Menyaksikan Tari Swo Ma Eka, Tari Perang Suku Boti

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Agus Lahinta|47774|NTT 2|30

Menyaksikan Tari Swo Ma Eka, Tari Perang Suku Boti

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Rabu, 11 Mei 2011 11:05 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Penghormatan sebelum memulai tarian
Penari dengan Pedangnya
Penari Cilik
Para Ibu memukul Gendang dan Gending mengiringi Tarian
Papa Raja Boti mengiringi tarian
Foto bersama penari
Menyaksikan Tari Swo Ma Eka, Tari Perang Suku Boti
Menyaksikan Tari Swo Ma Eka, Tari Perang Suku Boti
Menyaksikan Tari Swo Ma Eka, Tari Perang Suku Boti
Menyaksikan Tari Swo Ma Eka, Tari Perang Suku Boti
Menyaksikan Tari Swo Ma Eka, Tari Perang Suku Boti
Menyaksikan Tari Swo Ma Eka, Tari Perang Suku Boti
Jakarta -

Berada di perkampungan Suku Boti belumlah lengkap bila tidak menyaksikan persembahan atraksi Seni berupa tarian dan lagu-lagu persembahan dari mereka. Malam itu tepat pukul 20.30 kami sudah berada di halaman belakang Rumah Papa Raja, tempat dimana atraksi kesenian akan dilakukan. Di Lopo samping rumah sudah duduk berjejer para Ibu dan Remaja Putri Suku Boti siap memainkan Tufu atau Gendang, Laban Ote atau Gamelan untuk mengiringi tarian. Dipingiran halaman duduk beberapa masyarakat dan Papa Raja yang duduk di dekat Lopo.

Atraksi tarian pertama malam itu adalah Tari Swo Ma Eka, yaitu Tari Perang Suku Boti yang memberikan semangat kepada pemuda Boti yang akan maju berperang. Tarian diawali dengan teriakan oleh salah seorang pemuda yang berlari ketengah lapangan dengan pedang ditangannya serta kaki yang dibalut dengan hiasan bulu ekor kuda. Hentakan kaki serta gerakan dinamis dipadukan dengan bunyi Gendang dan Gamelan yang ditabuh. Kemudian masuk ke arena lapangan Gadis-Gadis Boti sambil memberi hormat terlebih dahulu pada kami dan memberikan kami Tais yang dikalungkan sebagai simbol kami dipersilahkan untuk menonton pertunjukan mereka malam itu.

Beberapa penari baik Orang tua dan anak-anak ikut menari dengan menyamakan gerakan mereka seiring dengan pukulan Gendang dan gamelan. Para penari perempuan dengan ciri khas gerakan yang memainkan Tais yang mereka kenakan, sedangkan para penari pria dengan kain destar di kepala mereka memainkan pedang dan sarungnya sambil ikut melompat serta meneriakan yel-yel pemberi semangat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah hampir 30 menit atraksi tarian, Gong, Gendang dan Gamelan berhenti ditabuh, itu tandanya tarian pertama malam itu selesai. Selanjutnya Papa Raja menunjukan atraksinya malam itu dengan memainkan gambus Boti sambil mengiringi Ibu-Ibu menyanyikan lagu mengiringi tari kedua yaitu Tari Kol Kita atau tarian Burung Nuri. Gerakan tarian Kol Kita mirip dengan tarian yang pertama, hanya yang membedakan pada tari ini dinyanyikan syair-syair berupa pesan-pesan agar kita mencintai alam sebagai pesan bagi masyarakat Boti khususnya dan kita yang mendengarkan umumnya.

Menariknya dari persembahan tarian dan atraksi malam itu adalah hampir semua masyarakat yang hadir dapat menari baik tua maupun muda selama mereka mengunakan tais atau pedang untuk mengiringi tarian serta gerakan yang mereka lakukan.

Tepat pukul 22.30, atraksi malam itu selesai. Dan satu kebanggaan bagi kami dapat menyaksikan Papa Raja ikut menonton bersama kami serta memainkan Gambus untuk mengiringi tarian malam itu. Atraksi dinamis dan bersemangat dari Suku Boti malam itu memberikan bekas yang mendalam akan kebersamaan antara Pimpinan dan masyarakat baik tua maupun muda.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads