Bertualang Ke Dunia Lain

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Andre Helliono|39919|SULBAR & SULSEL|50

Bertualang Ke Dunia Lain

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Jumat, 25 Feb 2011 11:17 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Jakarta -

Pagi ini kami team 32 akan melakukan diving di P. Selayar. Adalah pertama kali untuk saya melakukan olah raga air ini. Saya dan rekan petualang saya, Susan, menggunakan Dive Center Selayar Island Resort sebagai jasa diving. Dibimbing oleh Dive Master Instructur Mr Bernhard yang berkebangsaan Jerman dan Bapak Mustaning, Dive Master yang merupakan penduduk asli dari P. Selayar.

Hal pertama yang dilakukan adalah pengarahan menyelam dan informasi peralatan menyelam dari Mr. Bernhard dan Pak Mustaning. Alat-alat yg dipakai adalah: pakaian menyelam (wet suit), weight belt (alat pemberat berbentuk ikat pinggang), jaket pelampung, tangki oksigen, regulator oksigen, kaki katak, dan masker menyelam.

Berikut urutan pemakaian peralatan menyelam: memasang weight belt, memakai jaket pelampung yang sudah tersambung dengan tabung oksigen dan regulator oksigen, memakai kaki katak, dan yang terakhir memakai masker menyelam. Kemudian mereka juga memberikan pengarahan tata cara menyelam, seperti: menggunakan regulator oksigen untuk bernafas dibawah air, menggembungkan pelampung, sampai bagaimana cara berkomunikasi dibawah air menggunakan bahasa tubuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah mengganti baju dengan baju selam kami pun siap berangkat untuk menyelam. Kami berangkat dengan kapal menuju ke lokasi menyelam. Setelah 45 menit perjalanan kami tiba di lokasi menyelam. Setelah mengenakan semua perlengkapan saya pun siap utk masuk ke dalam air. Pertama saya duduk di sisi kapal dengan punggung menghadap laut, memakai masker, mencoba bernapas dulu dengan menggunakan regulator oksigen, mengembungkan pelampung, lalu turun ke laut dengan cara melemparkan badan ke belakang (Roll Back).

Setelah sudah berada di air Mr. Bernhard menuntun saya untuk menyelam ke dalam air secara vertikal. Tekanan air mulai terasa dan membuat kuping saya sakit, tetapi saya ingat instruksi dari Mr. Bernhard untuk memompa tekanan di kuping dengan cara menutup hidung dan memompanya. Setelah saya melakukannya rasa sakit itu pun hilang dan bisa melanjutkan menyelam tanpa halangan.

Setelah berada di kedalaman 3 meter, kami mulai menyelam secara horizontal, dan saya pun terkejut akan indahnya dunia bawah laut. Saya dikelilingi oleh berbagai jenis ikan yang begitu beragam bentuk dan warnanya, indah sekali! Ikan-ikan itu seperti menari-nari dan mengucapkan selamat datang kepada saya. Lalu Mr. Bernhard mulai memandu saya untuk menyelam ke kedalaman yang lebih dalam, dan saya semakin takjub oleh pemandangan yang semakin indah, semakin dalam saya menyelam, semakin banyak pula yang bisa saya temui.

Saya disambut ikan-ikan kecil bergerombol berwarna biru yang menari-nari, karang-karang indah dan juga kuda laut. Lalu Mr. Bernhard menanyakan kondisi saya dengan bahasa tubuh dan saya membalas dengan mengacungkan jempol menandakan tidak ada masalah. Lalu ia pun kembali memandu saya untuk menyelam ke tempat yang lebih dalam.

Di tempat yang lebih dalam saya melihat penghuni laut yang lebih unik, seperti Lizard Fish, ikan yang memiliki kepala menyerupai kadal, christmas tree (sejenis tanaman laut yang bila disentuh menguncup seperti halnya tanaman putri malu), bintang laut, kuda laut dan penghuni laut indah lainnya. Saya pun semakin terpana oleh keindahan dunia bawah laut, seperti memasuki suatu dunia lain, dunia dimana saya bisa melupakan kepenatan kota, masalah kerja, dan segala hal yang membuat kita stress.

Sejenak saya mengucap syukur kepada yang Maha Kuasa atas ciptaannya yang begitu menakjubkan.

Tak terasa waktu saya untuk menyelam sudah selesai, ditandai oleh isyarat dari Mr. Bernhard kepada saya. Walau masih ingin berlama2 disini tapi nampaknya saya harus menyudahi kesenangan ini dan kembali ke kapal. Tapi saya sudah cukup puas menikmati indahnya dunia bawah air ini. Tidak lupa sebelum kembali ke kapal saya mengabadikan momen indah ini untuk saya dan untuk kalian semua. Benar-benar suatu pengalaman pertama yang tak terlupakan dan tentunya membuat saya ingin kembali menyelam di kemudian hari.

Jadi, bila kalian ingin mengobati segala kepenatan dan masalah, diving di Pulau Selayar bisa menjadi alternatif pilihan yang baik.

(travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads