Apabila anda bepergian ke Pulau Flores, jangan lupa untuk mampir ke Kabupaten Manggarai untuk melihat sebuah keunikan. Keunikan itu akan membuat anda sedikit tercengang, yaitu sebuah areal persawahan yang menyerupai jaring laba - laba apabila anda melihatnya dari area tempat yang tinggi. Masyarakat setempat biasa menyebut dengan nama sawah Lingko.
Masyarakat sekitar wilayah itu percaya bahwa kebersamaan adalah sebuah rantai kehidupan yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. Dan hal ini diinterpretasikan dalam suatu aturan kesepakatan khusus untuk penyediaan lahan persawahan untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah itu. Lahan - lahan yang dimiliki secara adat atau yang biasa disebut sebagai hak ulayat dibagi secara merata untuk semua penduduk di area wilayah adat.
Pembagian lahan itu tidak dibuat menjadi berpetak - petak seperti kebanyakan areal persawahan pada umumnya. Tapi dibuat dalam bentuk jaring yang dimulai dari sebuah titik, yang titik tersebut menjadi sebuah pusat lingkaran. Masyarakat percaya bahwa kehidupan itu dimulai dari sebuah titik kecil. Dari pusat tersebut, maka akan ditarik beberapa garis batas lurus hingga menuju garis terluar tanah ulayat. Dan kemudian tanah itu dibagi - bagi dalam bentuk yang lebih kecil. Besar kecilnya suatu lahan pun berdasarkan pada berapa jumlah warga yang menerima hasil panen tersebut untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi. Lahan yang besar menandakan bahwa warga yang menerima jumlah panen pun juga banyak, begitupun juga dengan lahan yang kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belajar dari tata cara pembagian lahan persawahan di Manggarai, maka kita akan belajar tentang sebuah kearifan lokal dalam hal perencanaan wilayah untuk pemenuhan kebutuhan pangan. sebuah kearifan lokal yang harus kita gali untuk mencapai kebersamaan hidup yang sejahtera dalam dunia modern sekarang ini.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah