Memulai dari Surabaya menuju destinasi pertama yaitu Gili Trawangan, sebuah pulau kecil di Lombok Utara yang kecantikannya harum semerbak sampai mancanegara. Sengaja kami memilih Gili Trawangan, bukan Gili Meno ataau Gili Air adalah karena kami menganggap Trawangan adalah icon dari pariwisata Lombok, selain karena testimoni keindahan pulau ini yang sudah overload masuk kedalaam memori otak kami. Sengaja kami mengambil rute pesawat Surabaya-Denpasar, yang tak sengaja memang ada harga super gila 140ribu/pax pulang-pergi. Selain itu juga ada alasan untuk jalan-jalan di Bali, setelah dari Lombok.
Sesampai di Bali kami langsung menuju Padang Bai, dermaga dimana boat cepat akan mengantar kami langsung ke Gili Trawangan. Super cepat, karena hanya membutuhkan waktu satu setengah jam untuk sampai di Gili Trawangan, dibandingkan kami harus naik feri dari Padang Bai ke Lempar yang memakan waktu enam jam. Hembusan angin laut, goncangan ombak yang sangat bersahabat dan langit biru menawan, membuat sempurna perjalanan satu setengah jam diatas boat cepat, ditambah bonus atraksi keluarga lumba-lumba khas selat Lombok, membuat semakin sempurna perjalanan kami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau malas bersepeda keliling pulau pada sore hari, saat yang tepat untuk snorkeling, dengan modal 35 ribu sama seperti tarif sepeda, anda bisa meminjam peralatan snorkeling. Kalau takut berenang saat pagi, disaat air laut surut, saking beningnya air laut, dengan mata telanjang anda bisa menikmati biota laut seperti bintang laut, keluarga siput laut, ikan-ikan kecil, dan kerang laut.
Penjaja persewaan snorkeling ini juga seperti persewaan sepeda ada dimana-mana sepanjang jalan protokol. Anda tinggal memilih spot snorkeling sesuai keinginan anda, mulai dari yang rame sampai yang sepi. Karena kantong kami cekak, maka kami hanya bisa menikmati Gili Trawangan melalui sepeda yang menjadi sahabat Gili Trawangan yang anti Global Warming dan Snorkeling yang murah meriah, tidak seperti diving yang mahal atau sun bathing yang kulit asia seperti kami sudah menjadi makanan sehari-hari.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru