Jejak Langkah Awal di Sumba

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Muhammad Lukman Hakim|1885|NTT 1|24

Jejak Langkah Awal di Sumba

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Senin, 21 Mar 2011 10:30 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Masyarakat yang menunggu di luar bandara
Ruang kedatangan Bandara Tambolaka
Jejak Langkah Awal di Sumba
Jejak Langkah Awal di Sumba
Jakarta -

Akhirnya kami tiba di Pulau Sumba tadi pagi (17/10/2010),setelah perjalanan udara dari Ende ke Tambolaka yang memakan waktu sekitar 45 menit. Bandara baru Tambolaka ini masih seperti bangunan yang apa adanya. Mungkin karena jumlah penerbangan dan penumpang tidak sebanyak seperti di bandar udara internasional yang biasa kami datangi. Yah, di bandara ini hanya untuk penerbangan lokal saja. Itupun dengan jenis pesawat kecil, seperti yang kami tumpangi barusan. Pesawat dengan jumlah penumpang 40 orangΒ  yang dibuat oleh British Aerospace.

Untuk mencapai Pulau Sumba bisa melalui jalur laut dan udara. Apabila memilih jalur udara, bisa start dari Denpasar, Ende, Maumere dan Kupang. Dan apabila memilih jalur laut, bisa dari pelabuhan di Maumere dan Ende yang memakan waktu satu malam. Bandara udara di pulau ini hanya ada dua, satu berada di kota Waingapu dan satu berada di kota Tambolaka. Di Tambolaka sendiri pun bandara baru saja dibuat. Untungnya, landasan pacu sudah diaspal, bangunan untuk keberangkatan dan kedatangan sudah ada.

Bayangan saya di kepala tentang sumba mulai nampak. Ohya, sebelum berangkat mengikuti program ACI yang diselenggarakan oleh Detikcom, saya sempat mengumpulkan beberapa referensi tentang antropologi dan sosiologi budaya masyarakat di pulau ini. Dan tidak lupa juga, diskusi dengan seorang dosenΒ  tentang arsitektur dan perencanaan wilayah masyarakat tradisional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pulau Sumba identik dengan beberapa hal. Yaitu, padang sabana, kuburan megalitikum, kuda, desa tradisional dengan rumah panggung, dan keindahan pantai. Mendengar beberapa hal itu sepertinya akan menjadi sebuah perjalanan yang tidak terlupakan.Β  Belum tentu saya bisa datang mengunjungi pulau ini lagi kalau tidak ada rejeki yang melimpah. Sumba, kami datang.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads