Akhirnya kami tiba di Pulau Sumba tadi pagi (17/10/2010),setelah perjalanan udara dari Ende ke Tambolaka yang memakan waktu sekitar 45 menit. Bandara baru Tambolaka ini masih seperti bangunan yang apa adanya. Mungkin karena jumlah penerbangan dan penumpang tidak sebanyak seperti di bandar udara internasional yang biasa kami datangi. Yah, di bandara ini hanya untuk penerbangan lokal saja. Itupun dengan jenis pesawat kecil, seperti yang kami tumpangi barusan. Pesawat dengan jumlah penumpang 40 orangΒ yang dibuat oleh British Aerospace.
Untuk mencapai Pulau Sumba bisa melalui jalur laut dan udara. Apabila memilih jalur udara, bisa start dari Denpasar, Ende, Maumere dan Kupang. Dan apabila memilih jalur laut, bisa dari pelabuhan di Maumere dan Ende yang memakan waktu satu malam. Bandara udara di pulau ini hanya ada dua, satu berada di kota Waingapu dan satu berada di kota Tambolaka. Di Tambolaka sendiri pun bandara baru saja dibuat. Untungnya, landasan pacu sudah diaspal, bangunan untuk keberangkatan dan kedatangan sudah ada.
Bayangan saya di kepala tentang sumba mulai nampak. Ohya, sebelum berangkat mengikuti program ACI yang diselenggarakan oleh Detikcom, saya sempat mengumpulkan beberapa referensi tentang antropologi dan sosiologi budaya masyarakat di pulau ini. Dan tidak lupa juga, diskusi dengan seorang dosenΒ tentang arsitektur dan perencanaan wilayah masyarakat tradisional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah