Sejuk, tenang, ramah dan aman. Kesan itu yang nampak dan kita rasakan begitu kita memasuki perkampungan Suku Boti yang terletak di Lembah Boti 50 KM arah selatan dari Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan. Ciri khas dari Suku Boti yang nampak adalah Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak serta remaja mempunyai mulut yang kemerah-merahan bekas memamah sirih dan pinang yang merupakan kebiasaan Suku Boti.
Pria dan wanita mengunakan sarung yang berasal dari tenunan mereka serta yang pria membiarkan rambut mereka yang panjang dengan diikat dibagian atas kepala. Keramahan yang ditunjukan setiap ketemu adalah dengan senyum dan sapaan 'Selamat' yang keluar dari senyum tulus dari tiap masyarakat yang dijumpai.
Suku Boti yang sangat menjunjung tinggi kebersamaan ini juga sangat menghormati satu sama lain, baik kepada sesama penduduk maupun tamu yang datang mengunjungi perkampungan mereka. Sebagai pengunjung kami merasakan keamanan karena barang-barang berharga yang kami tinggalkan di rumah tidak akan ada yang menganggu, karena prinsip adat Suku Boti adalah tidak akan mengambil apa yang bukan milik mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keamanan lainnya juga adanya kesigapan berupa penjagaan dari pemuda-pemuda di sekitar tempat tinggal kami, disana mereka memainkan syair-syair lagu untuk menghibur tamu mereka yang sedang beristirahat.
Keseharian suku Boti yang dikenal juga dengan Atoni Pah Meto atau Orang yang suka bekerja di tanah kering ini adalah berladang dan beternak. Hasil ladang berupa Beras, buah-buahan dan sayur digunakan untuk konsumsi harian. Sedangkan hewan-hewan biasanya dijual kepada masyarakat diluar Suku Boti.
Suku Boti yang tetap menjunjung tinggi adat istiadat serta petuah leluhur mereka ini selalu terbuka untuk menerima siapa saja yang datang berkunjung. Hal ini dibuktikan dengan Tulisan 'Koenok Tem Ahoit Teu Pah Boti' artinya Selamat Datang di Kampung Boti dan saat kita pulang akan ada tulisan 'Koenom amfain ahoit teu Hot Sonaf' artinya Selamat Jalan menuju tempat tinggal anda.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah