Tahukah anda bahwa shopping bag eksklusif dengan merek Cartier, Bvlgari, Channel, Gucci, Calvin Klein, Tiffani, Mont Blanc, Ralph Laurent, Benetton, La Senza, Clinic, Nokia, Lexus, Alvero Martini, dan lain-lain adalah buatan tangan lebih dari 3.500 wanita yang tinggal di daerah asal muasal Kerajaan Majapahit?
Program yang merupakan wujud nyata kepedulian sosial dari PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (Tjiwi Kimia) ini memang sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Selain bertujuan mengurangi jumlah pengangguran yang cukup tinggi, juga bertujuan untuk membangun kemitraan antara Tjiwi Kimia dan warga sekitar pabrik yang berada di bawah garis kemiskinan. Saat itulah Tjiwi Kimia melihat kondisi yang kurang menguntungkan tersebut berusaha untuk memperbaiki dengan cara memberdayakan masyarakat sekitar menjadi tenaga yang mandiri. Selain itu program pemberdayaan ini telah meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat sekitar dan membantu mata rantai penghasil devisa negara.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang karyawan Tjiwi Kimia yang biasa di panggil Arief atau nama lengkapnya Arief Prasetyo. Menurut Arief semua itu bermula dari adanya peluang meningkatnya jumlah permintaan terhadap shopping bag untuk diekspor ke lebih dari 30 negara,maka muncullah program kemitraan antara PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dan ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Tarik – Sidoarjo untuk pembuatan shopping bag produk eksklusif kelas dunia.
Akhirnya dimulailah inisiatif pembuatan shopping bag oleh ibu-ibu rumah tangga ini sejak tahun 1996. Pada awalnya mitra binaan cuma ada 11 kelompok dengan anggota kurang lebih sekitar 300 orang. Namun seiring berjalannya waktu jumlah mitra binaan Tjiwi Kimia semakin bertambah menjadi sekitar 30 kelompok dengan anggota kurang lebih 3.500 orang. dalam implementasinya, program kemitraan ini merupakan pembagian sebagian proses produksi kepada kelompok usaha kecil masyarakat berupa pekerjaan finishing dari pembuatan shopping bag (kantong belanja eksklusif). Pekerjaan yang dikerjaan meliputi pelipatan, pengeleman, pemasangan tali dan aksesoris lainnya, dengan frekuensi pekerjaan rata-rata 1.500 -2.000 kantong perhari perkelompok.
Kesuksesan program pemberdayaan masyarakat ini akhirnya dimultiplikasikan oleh Tjiwi Kimia, salah satunya adalah program pengebakan kertas kado. Program ini pun berjalan dengan tujuan yang sama, yaitu memberdayakan masyarakat sekitar guna mengurangi jumlah pengganguran dan menekan jumlah kemiskinan. Hal tersebut dapat dilihat dari tenaga kerja yang digunakan adalah ibu-ibu rumah tangga yang bertempat tinggal dirumah susun. Selain bermanfaat bagi masyarakat sekitar, program ini juga dirasakan oleh Tjiwi Kimia sendiri. Karena Tjiwi Kimia menyadari bahwa untuk dapat terus berkembang perusahaan harus didukung oleh situasi lingkungan dan sosial yang kondusif. Dengan adanya program ini maka secara tidak langsung Tjiwi Kimia mendapatkan sosial license dari masyarakat sekitar untuk menjalankan aktifitasnya.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Struk Belanja Taiwan Bisa Bikin Turis Jadi Orang Kaya Mendadak!