Harley Bayu Sastha|13462|PAPUA 3|29
Sensasi Papeda Kuah Kuning Saat Transit di Sentani
Kamis, 09 Des 2010 09:11 WIB
harleysastha
Jakarta - Β Hampir dua pekan sudah kami melakukan petualangan di Merauke, Asmat hingga ke Basman. Setelah melakukan petualangan tersebut, 20 Oktober 2010, saya, Erwin dan pendamping kami Bang Leo menuju Jayapura dengan pesawat MAF - Mission Aviation of Fellowship. Di Jayapura atau tepatnya di Sentani inilah kami akan transit satu hari untuk kemudian kembali terbang ke Merauke. Karena waktu itu sudah menjelang sore, kami putuskan beristirahat di Hotel Rasen, yang letaknya tidak jauh dari Bandara Sentani.Β Setelah semalaman beristirahat dan membuat laporan untuk ACIdetikcom, keesokan harinya, 21 Oktober 2010, dengan taksi carteran kami berkeliling Sentani. Mulai dari Tugu Mc. Artur di Gunung Sentani hingga menikmati indahnya Danau Sentani dari berbagai sudut dari atas Gunung Sentani serta beberapa tempat menarik lainnya.Β Sensasi Makan PapedaLelah berputar-putar menikmati berbagai pesona keindahan Sentani di sekitar bandara, tidak terasa rasa lapar pun mulai kami rasakan. 'Mau makan apa nih sekarang?', tanya Bang Leo kepada kami berdua.Β 'Papeda, itu yang kami belum rasakan selama di Papua', Β jawab saya dan Erwin hampir bersamaan. Jadilah saat itu kami mencari rumah makan di sekitar Sentani yang ada menu Papedanya. Papeda atau bubur sagu sendiri merupakan makanan pokok masyarakat Papua dan Maluku.Kemudian oleh taksi pun meluncur ke Rumah Makan Dapur Papua yang berada di sisi Danu Sentani. Menurut driver taksi kami, di sini kita dapat menikmati berbagai masakan khas Papua, termasuk Papeda tentunya. Namun, sayang saat kami tiba di sana bangunan rumah makan tersebut sedang dalam tahap renovasi sehingga sementara tidak berjualan. Padahal tempatnya sungguh menarik berhadapan langsung dengan keindahan Danau Sentani. Β Dari Dapur Papua, kami langsung menuju rumah makan berikutnya yang juga masih berada di sekitar atau sisi Danau Sentani. Restauran Danau Sentani 'ASEII FAA', itulah nama rumah makan kedua yang kami datangi. Selain masakan Chiness Food, Indonesia dan Internasional, disini juga cukup terkenal dengan masakan khas Papua.Β Tempat makan di restauran ini cukup nyaman dan menyenangkan. Bangunannya sebagian terdiri dari dua lantai dengan dominasi kayu. Sebagian bangunan juga di biarkan terbuka. Sepertinya semua itu sengaja dibuat agar para pengunjung sambil makan dapat langsung menikmati keindahan Danau Sentani. Dan tentu saja kesejukan angin yang bertiup dari danau juga dapat dirasakan langsung.Β Setelah membaca dafta menu, mata kami tertuju pada tulisan Papeda Ikan Mas dan Gabus Kuah Kuning. Seporsi Papeda Ikan Mas seharga Rp. 70.000,- kemudian menjadi pilihan kami. Sengaja kami pesan seporsi karena kami sendiri belum mengetahui seberapa banyak ukurannya. Selain Papeda, kami juga memesan Asparagus, Udang, Ikan Goreng serta Sayur Daun Pepaya sebagai menu tambahannya.Β Tidak lama kemudian pelayan datang dengan membawa seporsi Papeda Ikan Mas Kuah Kuning. Wow!, ternyata cukup banyak porsinya untuk dimakan dua orang sekalipun. Jadi, seporsi Papeda Ikan Mas Kuah Kuning itu kami makan bertiga.Β Ini merupakan pengalaman saya dan Erwin merasakan makan Papeda. Awalnya memang terlihat seperti lem. Namun, setelah dirasakan bersama dengan Ikan Mas Kuah Kuning rasanya sungguh nikmat. Kami berdua sampai habis dua hingga 3 piring Papeda. Saat ditelan menggunakan kuahnya, terasa lembut di tenggorokan. Satu yang pasti, lengkap rasanya berpetualang di Papua setelah dapat menikmati Papeda. Jadi, jika anda berkunjung ke Papua, jangan pernah lewatkan lezatnya Papeda Kuah Kuning ini.Β Β












































Komentar Terbanyak
Bisa-bisanya Predator Seks Pati Ngaku Lagi Jalani Ritual di Makam Raden Gunungsari
Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India, Terhalang Uji Coba Rudal
Pendakian Berujung Maut di Gunung Dukono, Polisi Soroti Dugaan Kelalaian Guide