Secuil Padang Afrika di Ujung Timur Pulau Jawa
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Secuil Padang Afrika di Ujung Timur Pulau Jawa

Fajar Dwinugroho - detikTravel
Selasa, 01 Feb 2011 12:12 WIB
loading...
Fajar Dwinugroho
Pohon aneh
Taman Dinosaurus
Sunrise di Pantai Bama
Secuil Padang Afrika di Ujung Timur Pulau Jawa
Secuil Padang Afrika di Ujung Timur Pulau Jawa
Secuil Padang Afrika di Ujung Timur Pulau Jawa
Jakarta - Kabupaten Situbondo selain terkenal denga wisata Pantai Pasir Putihnya, ternyata juga memiliki kawasan wisata lain yang tidak kalah eksotis, yaitu Taman Nasional Baluran. Taman Nasional Baluran terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur. Taman Nasional Baluran ditetapkan menjadi Suaka Margasatwa sejak tahun 1937 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Berdasarkan SK. Menteri Kehutanan No. 279/Kpts.-VI/1997 tanggal 23 Mei 1997 kawasan TN Baluran seluas 25.000 Ha. Sesuai dengan peruntukkannya luas kawasan tersebut dibagi menjadi beberapa zona berdasarkan SK. Dirjen PKA No. 187/Kpts./DJ-V/1999 tanggal 13 Desember 1999 yang terdiri dari: zona inti seluas 12.000 Ha, zona rimba seluas 5.537 ha (perairan = 1.063 Ha dan daratan = 4.574 Ha), zona pemanfaatan intensif dengan luas 800 Ha, zona pemanfaatan khusus dengan luas 5.780 Ha, dan zona rehabilitasi seluas 783 Ha.

Awal ide pergi kesana adalah dari seorang teman saya, Ayos Purwoaji. Saya memamg belum pernah wisata ke suatu taman nasional. Maka enam orang berangkat ke TN Baluran. Karena kami berangkat dari Jember, maka waktu tempuhnya hanya 3 jam. Kalo dari Surabaya, sekitar 5-7 jam ke arah Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Tiket masuk untu per orangnya 2500 rupiah, cukup murah.
Dari pintu masuk, kami disuguhi oleh hutan beradu dengan semak di kanan-kiri jalan. Jalan nya adalah jalan aspal yang hanya cukup hanya untuk "salipan" dua mobil. Setelah + 10 km, samar terlihat di sebelah kiri kami sebuah gunung menjulang tidak begitu tinggi, yang dinamakan gunung baluran. Setelah itu sekitar km 12, kami melihat sebuah landscape yang berbeda. Sebuah hamparan sabana dengan tanaman perdu yang jarang. Sebuah penampakan afrika yang indah, tapi tentu saja tanpa hewan-hewan liar berkeliaran. Itulah yang dinamakan padang sabana Bekol. Kami pun memarkirkan kendaraan kita di depan sebuah komplek bangunan yang ternyata kantor dan beberapa homestay. Ternyata di pos Bekol ini terdapat menara penagmatan yang tingginya hambpir 10 meter yang terletak diatas sebuah bukit. Setelah diatas menara kami dapat pemandangan yang cukup indah. Di satu sisi, ada hamparan padang sabana dengan latar belakang Gunung Baluran. Disisi kedua, tampak hamparan luas padang sabana, yang sepertinya tak terbatas. Persis seperti padang sabana Afrika. Yang tak kalah mempesona adalah jika kita lihat sisi sebelah timur, tampak samar-samar sebuah lautan biru yang tampak kerlap-kerlip karena cahaya matahari. Tanpa komando lagi kami pun langsung setuju untuk menuju pantai yang kemudian dikenal dengan nama Pantai Bama.

Dari Padang Bekol ke Pantai Bama sekitar tiga kilometer dengan jalan aspal yang lumayan. Selama perjalanan ke Pantai Bama, kami banyak menemukan beberapa hewan, antara lain ayam hutan, rusa, kera, juga kupu-kupu. Kupu-kupu yang cantik ini banyak kami temui dari pintu masuk pertama tadi. Selain fauna tadi, konon kata petugas di kantor tadi masih ada banteng dan kerbau jawa. Tapi jumlahnya sangat sedikit dan kebanyakan bersembunyi di gunung.
Di pantai Bama kami sepakat untuk menyewa sebuah homestay, karena kita ingin menikmati sunrise disni. Sebuah homestay kami sewa seharga 350 ribu rupiah. Homestay kami ini langsung berhadapan dengan pantai. Pada hari libur, pantai bama ramai oleh pengunjung anak-anak sekolah (itu yang membuat kami ingin menginap, untuk bias menikmati pantai ini secara pribadi). Pantai bama ini memiliki garis pantai yang panjang dengan hiasan beberapa hutan bakau dan ada formasi batuan hitam yang indah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keesokan paginya kami sedikit kecewa, karena cuacanya mendung. Tapi ada sedikit sinar matahari pagi kemerahan yang muncul dan membuat kami sedikit senyum kembali. Pagi hari kamu menyusuri bibir pantai dan kami menemukan sebuah spot yang wow. Sebuah kubangan air dengan diameter sekitar lima meter dengan latar belakang pohon yang aneh dan gunung baluran. Bahkan salah satu dari kami menyebutnya taman dinosaurus.

Setelah jeprat-jepret di taman dinosaurus kami memutuskan untuk tracking masuk ke hutan perdu. Selama perjalanan itu, kami benar-benar disuguhi sesuatu yang beda. Pohon, perdu, belum pernah kami temui sebelumnya, hanya kadang kami lihat di televisi yang sedang menampilkan acara tentang sabana afrika. Kami juga menemukan sekawanan rusa yang sedang mencari makan.
Perjalanan kami di Bama kami akhiri dengan mandi di laut. Laut di Bama memiliki dasar yang landai dan tidak dalam. Sampai beberapa ratus meter, laut Bama tidak bertambah dalam. Cocok buat saya yang tidak bisa berenang. Dan, sekali lagi kami disuguhi sesuatu yang indah. Homestay kami kalau dilihat dari laut juga indah dan kami baru menyadarinya. Maka tanpa pikir panjang, kami abadikan dengan sebuah DSLR keluaran Canon.

Perjalanan kami di TN Baluran kami akhiri dengan foto di sabana Bekol dengan background gunung Baluran. Selamat tinggal Baluran, suatu saat kami akan kesana lagi.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads