Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 21 Agu 2021 13:51 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Leuwi Pangaduan, Hidden Gem Sentul yang Seger Banget

Rachel
d'Traveler
Jembatan bambu yang artistik menuju Leuwi Pangaduan.
Jembatan bambu yang artistik menuju Leuwi Pangaduan.
Kolam Leuwi Pangaduan berlatar Bukit Mamadang.
Kolam Leuwi Pangaduan berlatar Bukit Mamadang.
Air terjun Leuwi Pangaduan rendah yang menyegarkan pikiran.
Air terjun Leuwi Pangaduan rendah yang menyegarkan pikiran.
Rindangnya pepohonan di alam Leuwi Pangaduan.
Rindangnya pepohonan di alam Leuwi Pangaduan.
detikTravel Community -

Kawasan Sentul saat ini menjadi salah satu primadona rekreasi yang dekat dengan Jakarta. Di sana ada Leuwi Pangaduan yang masih jarang dijamah manusia.

Terletak di Kabupaten Bogor, area ini memiliki udara yang tak kalah sejuk dengan Puncak. Hanya perlu waktu 1 jam untuk mencapai berbagai destinasi alam di kota pegunungan ini.

Curug merupakan agrowisata yang banyak tersebar di sudut area dataran tinggi Babakan Madang. Tak perlu jauh-jauh ke luar kota, Sentul City telah menyuguhkan keindahan serta kesegaran air terjunnya untuk warga ibukota dan sekitarnya.

Saya pun memilih Sentul sebagai tujuan short escape bersama kawan pejalan. Kepenatan kami lebur di sebuah oasis yang berada di tengah hutan Desa Bojong Koneng, Babakan Madang.

Leuwi Pangaduan, begitu nama yang tertulis di tiket masuknya. Leuwi adalah bahasa Sunda yang berarti lubuk atau curug.

Leuwi Pangaduan pun mempunyai makna tersendiri. Konon, air terjun rendah ini dahulu dimanfaatkan sebagai tempat mengadu masyarakat sekitar saat gundah gulana.

Kesan mistis juga terukir di objek wisata ini, dahulu sering ada suara tangis seorang perempuan yang entah asalnya dari mana. Pagi itu cerah dan kami berangkat ke Sentul dengan hati yang riang.

Utan Kayu, Jakarta Timur menjadi start awal. Kami melewati Jalan Raya Bogor dan saat itu suasananya cukup ramai karena bertepatan dengan tanggal merah.

Bermodal Google Maps, akhirnya kami sampai di Bojong Koneng setelah 1 jam perjalanan. Jalanan aspal daerah ini sudah mulus dan cukup lebar.

Kami melewati rumah warga yang berderet rapi di sisi kiri kanannya. Terlihat juga beberapa kedai kopi mungil dengan lanskap hijau khas Bogor.

Tersesat adalah hal wajar. Kami salah mengambil cabang jalan dan diarahkan ke padang rumput hijau serta jalanan sangat berbatu.

Seru namun tak ingin membuang waktu. Setelah bertanya dengan warga lokal, kami menemukan arah yang benar.

Terdapat papan nama penunjuk ke Leuwi Pangaduan yang baru beroperasi setengah tahun ini. Tak disangka motor lawas yang kami kendarai masih tangguh meliuk di rute menuju air terjun.

Suara tumpahan air Leuwi Pangaduan sudah terdengar dari kejauhan. Motor terparkir rapih dengan biaya Rp 3000.

Fasilitas dan keindahan panorama gerbang masuk Leuwi Pangaduan cukup unik, terbuat dari bambu yang disusun sejajar membentuk rumah kayu.

Harga tiket masuk Leuwi Pangaduan terjangkau untuk kemolekan yang disuguhkan. Untuk weekday dibanderol Rp 20.000 bagi dewasa dan Rp 15.000 bagi anak-anak.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA