Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 19 Nov 2021 16:37 WIB

D'TRAVELERS STORIES

SangiRUN 25K Night Trail Sragen Tawarkan Konsep Lari Lintasi Lorong Waktu

d'Traveler
SangiRUN 25K Night Trail Run (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
SangiRUN 25K Night Trail Run (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
detikTravel Community -

Sragen segera menggelar acara lari pada malam hari. Sport tourism ini bakal mengusung konsep melintasi waktu.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar event bertajuk "SangiRUN: 25K Night Trail Run", Sabtu (20/11/2021) malam.

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Pemerintah Kabupaten Sragen dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar serta Kelompok Komunitas Luar Kotak diadakan di wilayah Situs Sangiran, Jawa Tengah.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati 25 tahun ditetapkannya Situs Cagar Budaya Sangiran sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO.

UNESCO menetapkan Situs Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia Nomor 593 pada tahun 1996 dengan nama "The Sangiran Early Man Site."

"Kegiatan ini tidak sekadar lomba lari namun juga usaha mendorong agar situs Sangiran agar semakin dikenal masyarakat luas. Selain itu juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar Situs Sangiran yang terletak di Kabupaten Karanganyar dan Sragen, Provinsi Jawa Tengah," kata Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid.

"Ini dalam rangka 25 tahun situs Sangiran ditetapkan sebagai warisan dunia," imbuh dia, Jumat (19/11/2021).

Hilmar menambahkan, bahwa kegiatan SangiRun selain untuk memperlihatkan kemampuan manusia dalam beradaptasi terhadap lingkungan, juga berusaha memadukan kerjasama antar instansi pemerintah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Sangiran.

"Narasi yang coba dibangun dalam kegiatan SangiRUN ini untuk memperlihatkan kehidupan masa lampau di Sangiran sebagai sumber pengetahuan kita dan untuk masa kini," tuturnya.

"Diharapkan situs-situs di Sangiran dapat terus dipelihara dan juga memberi manfaat bagi masyarakat Sangiran dan arena wisata budaya bagi masyarakat luas serta dunia ilmu pengetahuan," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia SangiRUN Night Trail 2021, Andre Donas mengatakan ajang lari malam dengan jalur lari sepanjang 25 kilometer yang akan berlangsung selama tiga hari dimulai tanggal 19 sampai dengan 21 November 2021.

"Nantinya akan akan dihiasi dengan instalasi cahaya, forest video mapping dan ornamen yang menggambarkan evolusi manusia purba. Pada lintasan lari juga akan diterangi oleh nyala obor dengan peserta sekitar 100 pelari yang akan dilepas secara bertahap sesuai dengan prosedur kesehatan," katanya.

Dia juga mengatakan, dengan konsep ini maka para peserta akan dibuat seolah-olah menyusuri lorong waktu di mana berlari di zaman purbakala.

"Pelari akan dibawa ke masa puluhan tahun lalu, zaman stegodon. Menikmati suasana pedesaan sambil berlari. Mencoba menciptakan suasana seperti masa lalu, art performer dari setiap desa," tuturnya.

Andre juga mengatakan, dari kuota 100 pelari sampai saat ini sudah ada 96 pelari yang hadir. Nantinya, gelaran ini akan diikuti oleh 25 pelari elit dari jalur undangan. Sedangkan sisanya merupakan pelari reguler.

"Sudah 96 orang, dari hasil seleksi. Banyak yang tidak bisa disetujui. Peserta yang elite ini bukan hanya profesional tapi juga bisa bermanfaat untuk menyampaikan situs ini ke masyarakat," pungkasnya.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA