Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 27 Des 2021 11:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Liburan di Penginapan Cantik Kaki Gunung Kerinci

Riyanto Toto
d'Traveler
Beranda atas
Beranda atas
Penginapan Khasta Swarna Dwipa
Penginapan Khasta Swarna Dwipa
Kebun di depan penginapan
Kebun di depan penginapan
Menikmati malam dengan bakar ayam
Menikmati malam dengan bakar ayam
Sarapan dengan latar Gunung Kerinci
Sarapan dengan latar Gunung Kerinci
detikTravel Community -

Bicara soal Kerinci maka kita bakal ngobrol soal potensi wisata yang tidak ada habisnya, kekayaan alam yang alami membuat daerah ini dikenal sebagai surga wisata di Provinsi Jambi.

Maka untuk memfaslitasi pengujung yang berwisata ke Kerinci, tidak heran berbagai macam, hotel, penginapan, homestay tumbuh subur, khususnya di kawasan wisata Kayu Aro.

Menghabiskan akhir pekan di Kayu Aro tentu saja sudah menjadi kebiasaan masyarakat Kerinci. Tidak hanya masyarakat Kerinci tapi juga para pelancong dari kabupaten lain di provinsi Jambi dan daerah tetangga seperti Sumatera Barat dan Bengkulu.

Untuk mengunjungi Kayu Aro jika berangkat dari Sungai Penuh, cukup memakan waktu sekitar satu jam lebih. Namun perjalanan panjang itu akan terobati dengan pemandangan sepanjang jalan yang cantik, persawahan hijau, rumah-rumah panggung lama milik penduduk, hingga hutan lebat dan bukit barisan yang beriak sepanjang jalan.

Hari itu kami berangkat dari Sungai Penuh menggunakan sepeda motor, musim hujan di bulan Desember membuat jalan cukup licin bahkan semenjak dari Semurup sampai ke Kayu Aro hujan tidak ada berhentinya. Menjelang masuk Kersik Tuo hujan mulai sedikit reda tapi mendung masih belum surut, kawasan Kersik Tuo juga tidak seramai biasanya sore itu.

Tugu Macan yang selalu dipenuhi pedagang kuliner juga tampak sepi, hanya ada penjual gorengan yang asapnya masih mengepul dipenuhi pembeli. Hari itu kami akan menginap di Penginapan Khasta Swarna Dwipa, salah satu penginapan yang berada di Desa Kersik Tuo, Kayu Aro atau tepatnya arah ke pintu rimba pendakian Gunung Kerinci.

Untuk mencapai penginapan ini bisa dengan kendaraan bermotor atau mobil namun disarankan jangan menggunakan mobil kecil, karena jalannya yang tidak begitu bagus ketika masuk persimpangan pintu rimba. Perjalanan siang itu terasa cukup melelahkan sebab hujan mengguyur tidak ada habisnya, apalagi ketika masuk Kecamatan Siulak dan Kayu Aro diantara belantara yang cukup lebat, hujan benar-benar mengguyur deras.

Ditambah lagi dari pertigaan Pintu Rimba menuju penginapan jalannya tidak begitu bagus, aspal yang telah rusak, serta bebatuan harus membuat kita harus ekstra hati-hati. Fasilitas Namun semua perjalanan panjang yang melelahkan itu terbayar ketika telah sampai di Khasta Swarna Dwipa.

Penginapan bergaya rustik, dengan material utama kayu, seirama dan menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Khasta Swarna Dwipa punya 24 kamar yang terbagi 2 lantai, dilengkapi dengan kamar mandi disetiap kamar untuk kamar lantai 1, lobi utama punya ruang santai minimalis dengan kaca besar yang langsung menyuguhkan pemandangan Gunung Kerinci.

Bagian atas nya ada beranda yang cukup luas untuk bersantai sembari ngopi, dan menghadap langsung ke arah Gunung Kerinci. Pada bagian dalam ruangan ada space yang cukup luas untuk bersantai bersama rombongan. Malam itu cuaca lumayan dingin, oleh Mas Krisna (penjaganya) kami disajikan latte art hangat dan teh kayu aro.

Sembari menunggu teman-teman lain yang sedang bikin ayam bakar kami bercengkrama di lobi dan teras depan. Menikmati gerimis sudah berhenti, lalu satu persatu bintang muncul jadi latar Gunung Kerinci yang menjulang megah.

Lingkungan Sekitar Pagi hari nya matahari bersinar cerah, diufuk timur warna jingga sayup-sayup mulai muncul kepermukaan, gugusan awan putih juga turun ke desa-desa menyapa penduduk yang sudah mulai beraktivitas. Lingkungan sekitar Khasta Swarna Dwipa benar-benar hidup di pagi hari, kebun-kebun sayur hijau milik petani setempat tampak riang menyambut hari, aneka macam jenis sayuran seperti kol, cabe, tomat, kentang dan aneka sayuran hidup subur dan rukun.

Jalanan di depan penginapan yang merupakan perlintasan menuju Pintu Rimba juga sudah mulai riuh dilewati para petani sedari subuh. Menikmati pagi kami tidak mau menyiakannya, segelas teh yang sudah tersaji lalu cepat-cepat kami bawa ke beranda lantai dua, beberapa teman yang lain juga sudah bangun rupanya, mereka memilih berjalan-jalan di sekitar kebun-kebun milik warga sembari berswafoto.

Menjelang jam 7.30 WIB sarapan telah siap, nasi goreng hangat lengkap dengan telor dadar sudah tersaji manis diatas meja. Lalu kami berinisiatif untuk sarapan diluar ruangan saja sembari menikmati udara pagi dan pemandangan Gunung Kerinci.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA