Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 10 Jan 2022 10:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Cerita Sunmori Terjauh: Sampai ke Danau Toba!

Ini pemandangan di tepian Danau Toba atau Silalahi
Ini pemandangan di tepian Danau Toba atau Silalahi
Tiap berhenti, kami tak lupa berfoto
Tiap berhenti, kami tak lupa berfoto
Berfoto dengan latar Danau Toba yang cantik
Berfoto dengan latar Danau Toba yang cantik
Kami berfoto di tiap tempat yang indah
Kami berfoto di tiap tempat yang indah
Ini Bukit Simalungun
Ini Bukit Simalungun
Tak lupa berfoto bersama teman-teman
Tak lupa berfoto bersama teman-teman
Kami pun berdiskusi untuk melanjutkan perjalanan
Kami pun berdiskusi untuk melanjutkan perjalanan
Kami berfoto sambil menikmati keindahan alam
Kami berfoto sambil menikmati keindahan alam
detikTravel Community -

Sunmori jadi kegiatan yang umum dilakukan saat akhir pekan. Kali ini seorang traveler melakukan sunmori dari Kabupaten Deli Serdang sampai Danau Toba.

Saya dan teman-teman berencana untuk mengunjungi Sunmori di sekitaran Danau Toba. Kami berkumpul untuk merencanakan jadwal untuk melihat Danau Toba dari Bukit Penatapan Simajarunjung. Kami sepakat untuk berangkat pukul 05.00 WIB pagi.

Dikarenakan satu dan lain hal, kami baru memulai perjalanan pukul 06.00 WIB. Namun baru berjalan sekitar 3 km, hujan mulai turun.

Akhirnya kami putuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan. Oiya traveler, kami memulai perjalanan dari Kabupaten Deli Serdang.

Tiba-tiba saja hujan reda, matahari mulai muncul menyinari kami. Tersadar kami sudah sampai di Kabupaten Tebing Tinggi. Kami pun menepi ke warung nasi untuk sarapan sambil bercanda.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 08.00 WIB, kami pun melanjutkan perjalanan sampai di Pematang Siantar. Setelah beberapa daerah kami lewati, akhirnya kami sampai di Bukit Simalungun, Dolok Pardamean.

Kami menepi untuk melihat pemandangan Danau Toba yang sangat indah sekali. Tak lupa berfoto untuk mengabadikan momen, kami hanya punya waktu sekitar 15 menit.

Kami melanjutkan perjalanan melewati trek yang lumayan panjang dengan jalur menanjak dan berkelok kelok. Setelah beberapa saat kamipun melihat Bukit Penatapan Simajarunjung.

Sayang, hujan deras kembali datang. Mau tak mau, kami tetap melanjutkan perjalanan dan mengisi bensin di beberapa titik. Saking linglungnya, beberapa kali kami berdebat dan mempertanyakan tujuan kami.

Karena kami sendiri sudah tidak tahu jelas posisi kami. Kami menepi dan melihat kembali maps. Sambil bercanda, Saya menggoda teman-teman bahwa di awal kesepakatan kami hanya akan pergi ke Bukit Penatapan Simajarunjung.

Begitu melihat maps, ternyata kami sudah melakukan perjalanan lebih dari 500 km. Ini jadi sunmori terjauh dan terpanjang kami.

Waktu sudah menunjukan pukul 11.30 WIB, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Tapi hujan masih juga tak berhenti. Kamipun menepi dan mempertanyakan kembali perjalanan kami.

Karena sudah kelelahan, perjalanan akan diakhiri di daerah Paropo lalu kembali pulang.

Meski lelah, namun kami menikmati perjalanan. Pemandangan Danau Toba di sepanjang perjalanan sangatlah indah. Kami kembali berhenti untuk menikmati pemandangan yang indah, asri dan sejuk.

Kami mengabadikan momen dengan berfoto foto dan membuat video.

"Target ketika saya di Sumatra Utara sudah tercapai yaitu mengunjugi Danau Toba," ucapku.

Mengapa ini target? Karena Danau Toba agak sulit untuk dijangkau bila dipertimbangkan jauhnya Lokasi Danau Toba dari Bandara.

Kami berhenti untuk menikmati ngopi di tepian danau sambil melihat warga sekitar yang sedang bermain dan memancing ikan.

Rencana kembali berubah, kami ingin melanjutkan perjalanan ke Air terjun Sipiso Piso. Air Terjunnya sudah mulai kelihatan, tapi kami berpikir ulang karena waktu sudah pukul 16.00 WIB. Hujan masih belum berhenti, pasti medannya sangat licin untuk menuju ke sana.

Setelah beberapa pendapat dan pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk pulang saja. Kami khawatir pulang kemalaman dijalan, karena masih harus kawasan hutan yang sepi.

Kami pun memutuskan pulang dan mencari jalan alternatif lain menuju Lubuk Pakam, Deli Serdang. Kami menemukan jalan alternatif, meski penerangannya sangat minim. Kami sampai di titik awal pukul 21.45 WIB.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA