Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 22 Mei 2022 19:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pintu Perbatasan Dibuka, Wisata 3 Gili Menggeliat

Nana Suryana
d'Traveler
Salah satu kapal cepat Bali Lombok
Salah satu kapal cepat Bali Lombok
detikTravel Community -

Berdasar data statistik kantor BPS Propinsi Bali ada peningkatan kedatangan turis ke Bali periode Maret 2022, terhitung sejak pintu perbatasan dibuka.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Hanif Yahya menyampaikan tercatat sekitar 14.620 wisatawan mancanegara datang ke Bali.

Meningkatnya kunjungan pelancong asing ke Pulau Dewata semakin menanjak setelah pemerintah melonggarkan kebijakan karantina dan visa, Februari lalu, tentu saja, kedatangan kembali wisatawan mancanegara menjadi kabar baik untuk semua pihak, khususnya pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali, peluang peningkatan ekonomi nasional dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sudah di depan mata, keputusan pemerintah membuka kembali pariwisata Bali bukan tanpa alasan, tentunya telah menimbang berbagai risiko dan potensi terkait kebijakan pembukaan kembali Bali.

Salah satu pertimbangan utama pemerintah membuka kembali Bali adalah seiring tingginya tingkat keberhasilan vaksinasi COVID-19 di Bali, yang hingga saat ini tingkat vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Bali telah mencapai 99%. Sementara vaksinasi dosis kedua mencapai 90%. Indikator positif yang tinggi ini menjadi modal awal mengembalikan kepercayaan wisatawan mancanegara agar kembali berkunjung ke Bali, disamping itu, mayoritas pelaku usaha pariwisata di Bali telah mendapatkan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability), sebagai tolok ukur keamanan berwisata bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Bergairahnya pariwisata di wilayah pulau Bali, juga berdampak positif terhadap kunjungan wisatawan ke kawasan wisata tiga gili di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Kusnawan, Ketua Gili Hotels Association (GHA) yang mengatakan bahwa sekitar 1.600 wisatawan asing datang dari Bali dan berwisata ke kawasan wisata Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan dengan menggunakan kapal cepat dari pelabuhan Serangan, Bali.

Adanya ribuan wisatawan ke kawasan tiga gili tentu sangat berdampak terhadap seluruh aktivitas pariwisata yang sepi dari kunjungan wisatawan sejak pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia pada 2020, selain hotel, kata Kusnawan, kedatangan wisman juga memberikan keuntungan bagi masyarakat lokal, seperti pedagang warung, penyewaan sepeda, penyewaan alat selam (snorkeling) hingga penyedia jasa transportasi wisata maupun jasa transportasi kapal cepat Bali - Lombok. Perlu diketahui bahwa mayoritas kapal cepat yang melayani penyeberangan dari Bali ke Lombok dan kawasan wisata lainnya sekitar Bali adalah produk dari Dirman Fiberglass Pratama, perusahaan pembuatan, perbaikan dan perawatan kapal cepat Tanjung Benoa, Bali.

Pemilik sekaligus pengelola Dirman Fiberglass Pratama, Sudirman Pahlawan, yang akrab disapa Pak Dirman menuturkan bahwa dengan meningkatnya kunjungan wisman ke kawasan tiga gili, Lombok Utara, sangat berdampak positif dan menjadi keuntungan tersendiri bagi usahanya, seiring banyak kapal-kapal cepat yang harus diperbaiki, di-remaja-kan dan menjalani perawatan maksimal setelah sekian lama tidak berlayar dan beroperasi dikarenakan terdampak pandemi sejak 2020 lalu.

Pria paruh baya asal Sulawesi, yang sudah menetap di Bali selama 20 tahun lebih, tetap konsisten menekuni usaha pembuatan dan perawatan kapal cepat dan berkomitmen untuk mem-produksi kapal cepat yang sangat terjamin dan mampu menjamin keamanan berlayar maupun keselamatan dan kenyamanan bagi wisatawan, oleh karenanya, seiring meningkatnya kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali dan kawasan wisata tiga gili serta kawasan wisata sekitar Bali, tentunya meningkat pula permintaan perbaikan dan perawatan kapal cepat dari para pemilik maupun pengelola kapal cepat angkutan wisatawan Bali - Lombok.

"Kami sangat bersyukur dengan pulihnya pariwisata Bali dan berterima kasih kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat atas kebijakan pariwisata, yang tentu saja sangat membantu usaha kami untuk bangkit dari keterpurukan paska terdampak pandemi, meskipun belum ada permintaan pembuatan kapal cepat baru, setidaknya perusahaan kami mendapatkan pekerjaan perbaikan dan perawatan kapal cepat yang umumnya kapal-kapal cepat tersebut di produksi perusahaan kami", tutupnya.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA