Wisata Gumuk Petung Camp, Viewnya Pemandangan Indah Gunung Merapi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wisata Gumuk Petung Camp, Viewnya Pemandangan Indah Gunung Merapi

Pitut Saputra - detikTravel
Jumat, 27 Mar 2026 15:41 WIB
loading...
Pitut Saputra
UGC Dtravelers detikTravel
View Gunung Merapi
Salah satu destinasi favorit wisata alam klaten
Menara pandang dengan view Gunung Merapi
View Gunung Berapi yang eksotis dari Gumuk Petung Camp
Mata air di Gumuk Petung Camp
UGC Dtravelers detikTravel
Bisa kemping di sini
Wisata Gumuk Petung Camp, Viewnya Pemandangan Indah Gunung Merapi
Wisata Gumuk Petung Camp, Viewnya Pemandangan Indah Gunung Merapi
Wisata Gumuk Petung Camp, Viewnya Pemandangan Indah Gunung Merapi
Wisata Gumuk Petung Camp, Viewnya Pemandangan Indah Gunung Merapi
Wisata Gumuk Petung Camp, Viewnya Pemandangan Indah Gunung Merapi
Wisata Gumuk Petung Camp, Viewnya Pemandangan Indah Gunung Merapi
Klaten -

Mari mengenal wisata Gumuk Petung Camp di Deles Indah, Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten. Destinasi ini berlatarkan pemandangan indah gunung Merapi.

Gumuk Petung Camp semakin menegaskan diri sebagai destinasi pelarian bagi warga yang ingin melepaskan penat dari rutinitas kota. Terletak di kawasan pegunungan, lokasi ini menawarkan udara segar, suasana tenang, dan panorama Gunung Merapi yang menjadi daya tarik utama.

Kombinasi akses menantang, fasilitas yang terus dikembangkan, serta nuansa alam yang relatif masih alami membuat tempat ini diminati keluarga, komunitas pecinta alam, dan fotografer landscape.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akses menuju Gumuk Petung Camp dapat ditempuh dengan berbagai kendaraan, mulai dari campervan, motor trail, hingga vespa. Kondisi jalan belum sepenuhnya mulus; terdapat beberapa trek terjal dan berbatu yang menuntut kehati‑hatian pengendara.

Justru kondisi jalur yang menantang ini memberi sensasi petualangan dan kedekatan dengan alam. Banyak pengunjung menyebut perjalanan menuju lokasi sebagai bagian penting dari pengalaman berwisata, karena setiap tikungan dan tanjakan membuka panorama baru yang menenangkan dan mempersiapkan suasana untuk tiba di area camping.

ADVERTISEMENT

Untuk memasuki kawasan, pengunjung dikenakan tarif yang relatif terjangkau Rp50.000 untuk mobil dan Rp15.000 per motor atau per orang. Menurut pengelola, harga tersebut sudah termasuk akses ke area camping dan fasilitas dasar.

Fasilitas yang tersedia meliputi camping ground luas, toilet umum, dan jaringan Wi‑Fi terbatas. Selain itu tersedia layanan persewaan peralatan camping, penyediaan rol kabel, serta kayu bakar untuk perapian.

Pengelola menegaskan bahwa pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga karakter alami kawasan agar tidak kehilangan daya tariknya.

Jamin, sosok pemandu dan pelestari wisata berwawasan lingkungan, akrab disapa Min Kumis, adalah pemandu sekaligus penjaga lokasi. Meski berwajah sangar dengan kumis tebal, ia dikenal ramah, rendah hati, dan sangat membantu pengunjung.

Sikapnya yang hangat membuat banyak wisatawan merasa akrab dan kembali lagi. Min Kumis menegaskan bahwa pengelolaan wisata berorientasi pada kenyamanan pengunjung tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Ia menyatakan bahwa setiap penambahan fasilitas harus mempertimbangkan dampak lingkungan dan kenyamanan pengunjung, sehingga pengembangan bersifat bertahap dan selektif.

Pengelola mengimbau pengunjung untuk berperan aktif menjaga kebersihan kawasan, termasuk membawa pulang sampah dan mematuhi aturan penggunaan kayu bakar serta area perapian. Penegakan aturan ini didukung oleh penempatan titik pos pengawas dan rambu petunjuk di area.

Selain memenuhi kebutuhan dasar wisatawan yang bermalam, pengelola menekankan pentingnya menjaga keasrian alam sebagai landasan operasional. Kepatuhan pengunjung terhadap aturan sederhana ini menjadi kunci agar kawasan tetap nyaman dan lestari.

Tingkat kunjungan ke Gumuk Petung Camp cenderung fluktuatif mengikuti musim liburan dan agenda keagamaan. Selama bulan Ramadhan, kunjungan relatif sepi, namun pengelola optimistis akan terjadi lonjakan pasca‑Lebaran ketika masyarakat mencari destinasi yang menawarkan ketenangan dan pemandangan berbeda dari tempat wisata mainstream.

Lonjakan diperkirakan datang dari keluarga dan komunitas yang ingin menikmati udara segar serta panorama Merapi dari sudut pandang baru. Demi keselamatan, pengelola mengimbau pengunjung mempersiapkan perlengkapan memadai, terutama bila menempuh jalur yang lebih menantang.

Rambu petunjuk dan titik pos pengawas telah disiapkan untuk membantu pengunjung, meski sinyal telekomunikasi di beberapa titik masih terbatas. Pengelola juga merancang program edukasi lingkungan bekerja sama dengan kelompok pecinta alam setempat, memanfaatkan embung mata air dan vegetasi alami sebagai bahan konservasi dan pembelajaran.

Rencana jangka panjang mencakup penataan jalur trekking yang lebih aman, peningkatan fasilitas sanitasi, serta program edukasi untuk pengunjung dan masyarakat sekitar, semua dilaksanakan dengan prinsip keberlanjutan.

Pengunjung memuji pemandangan sunrise dan sunset dari puncak gumuk, panorama malam yang memungkinkan melihat Malioboro dan bandara dari kejauhan, serta pemandangan Gunung Merapi pada hari cerah.

Suasana malam yang tenang dengan langit bertabur bintang memberi kesempatan bagi pengunjung untuk melepas penat jauh dari kebisingan kota.

Dengan kombinasi akses yang menantang, fasilitas yang terus berkembang, serta panorama alam yang memukau, Gumuk Petung Camp berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan di Klaten jika pengelolaan bertanggung jawab dan mendapat dukungan masyarakat.

Gumuk Petung Camp menawarkan pilihan sederhana namun bermakna bagi siapa pun yang ingin sejenak menjauh dari hiruk pikuk kota.

Dengan menjaga keseimbangan antara kenyamanan pengunjung dan pelestarian lingkungan, kawasan ini dapat berkembang tanpa kehilangan nilai‑nilai alamiah yang menjadi daya tarik utamanya.

Eksotisme Gunung Merapi dari Gumuk Petung Camp menawarkan undangan guna menikmati alam dengan suasana sejuk pegunungan, jadi pilihan favorit wisata keluarga dan pelancong yang singgah di Klaten.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads