Srandul merupakan salah satu seni tradisi yang pernah tersebar di wilayah DI Yogyakarta. Mulai dari Bantul, Sleman maupun Gunungkidul. Kesenian tradisional ini sudah menjadi pertunjukan yang turun temurun sehingga mode transmisi pewarisannya dari generasi ke generasi.
Pencipta kesenian Srandul pun tidak diketahui secara pasti. Etimologi penamaan Srandul pun sampai dengan saat ini masih menjadi teka-teki. Salah satu sumber literasi menyebutkan bahwa nama Srandul berasal dari kata pating srendul yang berarti campur aduk.
Hal tersebut ditengarai sebagai sifat kesenian ini yang dibawakan dengan campuran cerita bahkan masing-masing daerah memiliki kekhasan tertentu dalam setiap cerita lakon yang dibawakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena kesenian rakyat tentu saja selama ini cerita atau lakon yang dibawakan tidak jauh dari model-model adegan dan plot cerita rakyat.
Dalam kesejarahannya Srandul pun dikenal dengan cerita rakyat seperti Demang Cokroyudo dan Prawan Sunthi meski dalam satu kesempatan pertunjukan bisa saja membawakan tema umum untuk menyesuaikan dengan kontekstual zaman.
Pentas Srandul biasa digelar pada acara-acara besar masyarakat seperti upacara daur hidup misalnya pernikahan dan khitanan. Selain sebagai kesenian rakyat yang menghibur namun pada fungsi yang lain Srandul memiliki tuntunan secara tersirat.
Penjelasan tersebut di atas hanyalah pengantar sejarah singkat dan bentuk kesenian Srandul yang sudah kita kenal selama ini. Namun, coba mari kita simak kesenian Srandul yang ada di Kampung Bumen Purbayan Kotagede. Seni tradisional ini juga lahir dari era tahun 70an sampai dengan hari ini sudah diwariskan ke generasi muda.
Salah satu pelopor Srandul di Kampung Bumen yaitu Pak Basiran dan putranya Mas Anter Asmorotedjo. Pak Basiran mengenalkan sekaligus mempopulerkan Srandul dengan tatanan dramaturgi lakon yang dibawakan sebagai ceritanya. Sementara Mas Anter lebih pada pengembangan garap tari dan gerak yang berkaitan dengan pengembangan koreografinya.
Maka Srandul dari Bumen Purbayan ini memiliki beberapa jenis versi. Ada Srandul dengan format tari yang dikreasikan dengan musik kekinian apa pula Srandul yang diiringi dengan gamelan live dengan mengambil cerita dari episode cerita Panji.
Dua upaya ini dilakukan sebagai langkah strategis agar Srandul semakin konteks dengan zaman begitu pula Srandul tetap diminati oleh generasi Z (GenZ). Biasanya kesenian Srandul secara struktur pertunjukan menggunakan setting oncor bersumbu diletakkan di tengah sebagai pancer atau poros untuk dikitari para pemeran ataupun penarinya.
Gerak tari yang dilakukan pemeran lebih pada gerak-gerak dinamis dan komikal meski sesekali repetitif. Tata rias yang digunakan pun sederhana begitupun dengan tata kostum yang sederhana yaitu kemeja putih dibalut selendang dan celana panji dengan komposisi warna yang terang. Dialog dalam lakon Srandul mengadopsi melodi shalawat Jawa yang bersifat pitutur dan piwulang tentang nilai-nilai kejawaan.
Kesenian Srandul pernah dipentaskan 2 kali kesempatan antara lain Srandul versi tari (karya Anter Asmorotedjo) dengan iringan musik midi garapan komposisi musik Jawa Kontemporer di Pentas Bandara YIA bulan Mei dan Pentas Srandul versi lakon episode Kethek Ogleng dalam alur Cerita Panji di Pentas Selasa Wagen Monumen SO 1 Maret dengan iringan gamelan live pada bulan Juni.
Biasanya sebagai opening pembukaan di awal pertunjukan Srandul, para pemain akan mengelilingi oncor dengan gerakan sambil menyanyikan tembang Jawa yang bersifat shalawat.
Lagu yang diucapkan berisi ucapan doa kepada Tuhan. Doa ini dipanjatkan bersama iringan para penari yang berkeliling sambil membawa oncor (obor). Doa ini dilantunkan dengan khusyuk, dan dibacakannya doa dimaksudkan agar pertunjukan tidak mendapat halangan sampai selesainya acara.
---
Artikel ini merupakan kiriman pembaca. Anda juga bisa mengirim cerita perjalanan Anda melalui tautan ini.












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Investor Gugat Pemprov Bali soal Lift Kaca Kelingking, Koster Merespons