Upacara bendera di puncak gunung menjadi salah satu aktivitas favorit untuk meratakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Berikut ini rekomendasi gunung-gunung yang ramah buat pendaki pemula dan cocok didaki saat momen 17-an.
Indonesia mempunyai banyak gunung yang ramah untuk pendaki pemula. Gunung-gunung itu memiliki panorama indah, tetapi para pendaki tak harus menghadapi jalur ekstrem. Di mana saja ya?
7 gunung ramah pendaki pemula cocok untuk 17-an:
1. Gunung Api Purba Nglanggeran (700 mdpl)
Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul, DI Yogyakarta, memiliki ketinggian sekitar 700 mdpl. Waktu tempuh menuju puncak hanya sekitar 1-2 jam melalui jalur berbatu yang sudah tertata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daya tariknya adalah lanskap batuan vulkanik purba berusia jutaan tahun dan panorama matahari terbit yang memukau. Karena pendakiannya singkat, Nglanggeran cocok bagi traveler yang ingin merasakan suasana summit 17 Agustus tanpa menguras tenaga.
2. Gunung Putri Lembang (1.587 mdpl)
Gunung Putri berada di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dengan ketinggian 1.587 mdpl. Jalurnya relatif pendek dan bisa ditempuh sekitar 30-60 menit tergantung kondisi fisik pendaki.
Sesampainya di puncak, traveler disuguhi panorama Kota Bandung, Gunung Tangkuban Perahu, hingga lautan awan saat cuaca cerah. Jalurnya yang bersahabat membuat Gunung Putri menjadi pilihan favorit untuk pendakian singkat saat libur panjang.
3. Gunung Batur (1.717 mdpl)
Gunung Batur di Kintamani, Bali, memiliki ketinggian sekitar 1.717 mdpl. Jalur Toya Bungkah dikenal sebagai rute yang paling ramah bagi pendaki pemula dengan waktu tempuh sekitar dua jam menuju puncak.
Puncaknya terkenal sebagai salah satu spot sunrise terbaik di Bali. Selain menyaksikan matahari terbit, traveler juga bisa menikmati pemandangan Danau Batur dan kaldera yang menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark.
4. Gunung Andong (1.726 mdpl)
Gunung Andong di Magelang, Jawa Tengah, memiliki ketinggian sekitar 1.726 mdpl. Pendakiannya relatif singkat, hanya sekitar 1,5-2 jam hingga puncak dengan jalur yang cukup jelas.
Meski tidak terlalu tinggi, puncaknya menyuguhkan panorama 360 derajat yang memperlihatkan Gunung Merbabu, Merapi, Sindoro, Sumbing, hingga Telomoyo. Banyak komunitas pendaki memilih Andong sebagai lokasi upacara 17 Agustus karena aksesnya mudah.
5. Gunung Prau (2.590 mdpl)
Gunung Prau di kawasan Dieng, Jawa Tengah, memiliki ketinggian sekitar 2.590 mdpl. Jalur Patak Banteng menjadi rute favorit karena relatif singkat dibanding jalur lainnya. Prau dijuluki surga matahari terbit.
Dari puncaknya, traveler dapat menikmati siluet Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, hingga Slamet. Jalurnya yang tidak terlalu terjal membuatnya sering menjadi gunung pertama bagi banyak pendaki.
6. Gunung Papandayan (2.665 mdpl)
Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat, memiliki ketinggian sekitar 2.665 mdpl. Meski cukup tinggi, jalurnya dikenal landai sehingga cocok untuk pendaki pemula.
Papandayan menawarkan pengalaman berbeda karena traveler akan melewati kawasan kawah aktif, Hutan Mati, padang edelweiss Tegal Alun, hingga area camping Pondok Salada. Variasi lanskap ini membuat perjalanan terasa menyenangkan meski untuk pendaki baru.
7. Gunung Ijen (2.799 mdpl)
Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi gunung tertinggi dalam daftar ini dengan ketinggian sekitar 2.799 mdpl. Jalur pendakiannya cukup lebar dan memiliki banyak titik istirahat sehingga masih bersahabat bagi pemula yang memiliki kondisi fisik prima.
Daya tarik utama Kawah Ijen adalah fenomena blue fire dan danau kawah berwarna toska yang menjadi salah satu danau asam terbesar di dunia. Momen matahari terbit dari bibir kawah menjadi hadiah setelah perjalanan menuju puncak.











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030