Seharian di Trans Studio Bandung: Ini Wahana yang Dicoba

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Seharian di Trans Studio Bandung: Ini Wahana yang Dicoba

Selvi Selviana - detikTravel
Senin, 21 Sep 2026 11:20 WIB
loading...
Selvi Selviana
Suasana Trans Studio Bandung di Weekend
Seharian di Trans Studio Bandung: Ini Wahana yang Dicoba
Jakarta -

Promo tiket berdua membawa Selvi dan sahabatnya menghabiskan waktu di Trans Studio Bandung. Awalnya, mereka tidak berencana pergi ke sana. Namun, musim hujan membuat keduanya bingung memilih tempat bermain.

Karena jarang bertemu, mereka sepakat memanfaatkan promo tersebut untuk menghabiskan waktu bersama di taman hiburan indoor itu, apalagi cuaca sedang tidak bersahabat.

Pilihan itu terasa paling masuk akal hari itu. Mereka berangkat menggunakan sepeda motor, sementara tiket dibeli melalui ponsel di tengah perjalanan. Setibanya di mal, keduanya sempat berkeliling mencari musala karena waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB tanpa terasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena baru pertama kali berkunjung, mereka bertanya arah menuju Trans Studio Bandung. Setelah menukarkan tiket yang telah dibeli, keduanya langsung masuk ke area wahana bersama pengunjung lainnya.

Di dalam, mereka baru mengetahui bahwa jam operasional hanya sampai pukul 17.00 WIB. Waktu yang terbatas membuat keduanya bergegas memilih wahana agar sebanyak mungkin bisa dicoba.

ADVERTISEMENT

Wahana pertama yang mereka jajal adalah Sky Pirates, wahana kapal bajak laut yang melaju di atas rel gantung dan menawarkan pemandangan area taman dari ketinggian. Antreannya cukup ramai, tetapi mereka hanya perlu menunggu sekitar 15 menit.

Setelah mendapat giliran, mereka menikmati perjalanan di Sky Pirates selama sekitar lima menit. Dari atas, keduanya sekaligus melihat-lihat wahana lain yang ingin dicoba.

Pilihan berikutnya jatuh pada Jelajah, wahana petualangan menggunakan perahu yang membawa pengunjung menyusuri jalur air dengan turunan curam dari ketinggian sekitar 13 meter.

Mereka langsung menuju wahana tersebut. Setelah mengantre sekitar 15-20 menit, keduanya mendapat giliran. Karena tidak membawa jas hujan, mereka akhirnya basah kuyup, terlebih karena memilih duduk di bagian depan.

Selvi yang takut ketinggian langsung gemetar ketika perahu bersiap meluncur turun. Sensasinya terasa seperti hendak jatuh, sementara sang teman justru sama sekali tidak merasa takut.

Meski begitu, wahana tersebut ternyata tidak semenakutkan bayangan Selvi. Basah-basahan justru membuat pengalaman mereka semakin seru.

Setelah menonton pertunjukan sebentar, mereka melanjutkan perjalanan ke Dunia Lain, wahana bertema horor yang mengajak pengunjung menjelajahi suasana tempat-tempat mistis di Indonesia.

Setelah mengantre, keduanya masuk ke dalam wahana yang gelap. Selvi pun semakin waspada karena khawatir akan dikagetkan oleh berbagai kejutan di sepanjang perjalanan.

Ternyata, Dunia Lain tidak seseram yang dibayangkan. Meski tetap cukup menegangkan, wahana tersebut menjadi pengalaman yang lumayan seru bagi keduanya.

Berikutnya, mereka berniat mencoba Pemburu Badai, wahana yang membawa penumpang naik dan kemudian menghempaskannya dari ketinggian.

Namun, rasa takut terhadap ketinggian membuat Selvi tidak berani mencobanya. Padahal, ia sebenarnya penasaran dan ingin merasakan wahana tersebut. Berbeda dengan Selvi, sang teman sama sekali tidak merasa takut.

Mereka akhirnya beralih ke Dragon Riders. Setelah mengantre, waktu sudah menunjukkan pukul 14.40. Dari kejauhan, wahana tersebut terlihat tidak terlalu menakutkan karena banyak anak-anak yang berani menaikinya.

Awalnya, perjalanan terasa biasa saja bagi Selvi. Namun, ketika naga berbelok ke kanan dan terangkat tinggi, rasa takutnya kembali muncul.

Begitu turun, kakinya terasa lemas dan tubuhnya gemetar. Meski begitu, pengalaman tersebut justru membuatnya penasaran untuk mencoba lagi.

Sementara Selvi masih berusaha mengatasi rasa takutnya, sang teman menikmati Dragon Riders tanpa rasa khawatir.

Untuk bersantai, keduanya kemudian mencoba Si Bolang Adventure. Wahana ramah anak tersebut mengajak pengunjung mengenal budaya dari berbagai daerah di Nusantara melalui dekorasi dan suasana yang menarik.

Karena waktu semakin terbatas, mereka melanjutkan perjalanan ke Trans Car Racing. Wahana ini menghadirkan pengalaman mengendarai mobil di lintasan balap dengan trek yang cukup panjang.

Antrean yang padat membuat mereka harus menunggu cukup lama. Sambil menunggu giliran, keduanya duduk dan bermain ponsel.

Energi mereka sudah cukup terkuras setelah mencoba berbagai wahana. Namun, ketika akhirnya mendapat giliran, sang teman menjadi pengemudi sementara Selvi duduk di sampingnya.

Menjelang pukul 17.00 WIB, mereka memilih berfoto dan berkeliling area Trans Studio Bandung daripada kembali mengantre wahana.

Meski rasa takut terhadap ketinggian membuat pilihan wahana Selvi menjadi terbatas, kunjungan tersebut tetap menjadi pengalaman yang menyenangkan. Pemburu Badai pun menjadi salah satu wahana yang masih ingin dicobanya pada kunjungan berikutnya.

Bagi Selvi dan sahabatnya, keterbatasan waktu dan rasa takut justru menjadi bagian dari cerita perjalanan mereka. Yang terpenting, keduanya bisa menikmati waktu bersama dan mencoba berbagai wahana di Trans Studio Bandung.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads