Menengok Jejak Soekarno di Makam Imam Bukhari

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menengok Jejak Soekarno di Makam Imam Bukhari

Aisyah Nurina - detikTravel
Kamis, 29 Okt 2026 15:08 WIB
loading...
Aisyah Nurina
Soekarno Hall
Foto kunjungan Soekarno di Uzbekistan
Foto ini tersimpan di Soekarno Hall
Traveler bisa melihat jejak sejarah ini
Berfoto bersama
Menengok Jejak Soekarno di Makam Imam Bukhari
Menengok Jejak Soekarno di Makam Imam Bukhari
Menengok Jejak Soekarno di Makam Imam Bukhari
Menengok Jejak Soekarno di Makam Imam Bukhari
Menengok Jejak Soekarno di Makam Imam Bukhari
Samarkand -

Melancong jauh sampai ke Uzbekistan, kami sempatkan berziarah ke makam perawi hadis terkenal, Imam Bukhari dan menengok Soekarno Hall yang ada di dalamnya.

Imam Bukhori dikenal sebagai salah seorang tokoh intelektual Muslim paling berpengaruh sepanjang masa. Catatan hadinya menjadi rujukan bagi umat Muslim sedunia.

Makamnya yang terletak di kota Samarkand, Uzbekistan pun menjadi salah satu destinasi utama wisata religi dan sejarah bagi umat Islam dari berbagai negara di dunia, termasuk Warga Negara Indonesia atau WNI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konon, pusara sosok perawi hadits asal Uzbekistan itu ditemukan atas inisiatif dan permintaan khusus Bung Karno kepada presiden Uni Soviet pada kunjungan ke negaraannya periode tahun 1956-1961.

Untuk mengabadikan momen bersejarah tersebut, pada 4 September 2026 lalu atau bertepatan dengan peringatan 70 tahun kunjungan kenegaraan pertama Presiden Soekarno ke Uzbekistan, Imam Bukhari International Scientific Research Center (IBSRC) selaku pengelola kawasan wisata meresmikan Soekarno Hall.

ADVERTISEMENT

Soekarno Hall merupakan ruang memorial atau museum mini yang mengabadikan arsip sejarah kunjungan dan perjalanan Bung Karno ke Uzbekistan. Isinya seperti foto-foto langka, memoar dan tulisan tangan Bung Karno, hingga arsip digital peninggalan Uni Soviet.

Koleksi tersebut kebanyakan berkaitan dengan momen saat Presiden pertama Republik Indonesia tersebut mendorong restorasi dan pemugaran area inti makam Imam Bukhari di kota Samarkand.

Menembus pusara inti Imam Bukhari biasanya hampir mustahil untuk peziarah reguler. Tapi bersama jamaah FAO Tour kemarin rasanya murni rezeki yang tidak terduga dari Allah. Awalnya Tour Leader kami sedang ngobrol dengan salah satu tamu yang ternyata punya kerabat di Bukhary Complex.

Setelah berbincang tentang betapa besar kerinduan kami dari Indonesia untuk berziarah, sosok perempuan paruh baya itu berbaik hati memberikan izin eksklusif untuk berkeliling ke makam sang imam

Beliau membawa kami berkeliling hingga masuk ke Private Area Soekarno Hall. Sebagai informasi, area ini penjagaannya super ketat karena dikhususkan untuk tamu kenegaraan. Benar-benar keajaiban kecil yang sama sekali tidak direncanakan.

Begitu otoritas dan warga lokal tahu kami dari Indonesia, wajah mereka langsung semringah. Mereka masih mengingat jelas jasa Bung Karno yang dulu memprakarsai pemugaran makam Imam Bukhari. Buat mereka, kita bukan sekadar turis asing.

Perlakuan yang mereka berikan ke rombongan kami yang berjumlah 30 orang ini sangat hangat, persis seperti menyambut saudara jauh yang sedang pulang kampung. Kami benar-benar merasa aman, diistimewakan, dan dihargai di sana.

Ekspektasi kami sebagai WNI, makam perawi hadis sebesar Imam Bukhari pasti dibangun megah dengan nisan menjulang layaknya makam para Wali di Tanah Air. Namun betapa terkejutnya kami begitu melangkah masuk ke pusara Imam Bukhari.

Makamnya justru sangat sederhana dan bersahaja. Hanya berupa gundukan tanah dan batu nisan kecil saja. Namun justru kesederhanaan tanpa ornamen berlebihan itulah yang memancarkan aura sakral dan sangat syahdu.

"Imam Bukhari ini sejak kecil telah memiliki keistimewaan dari Allah SWT, dimana beliau sempat mengalami kebutaan. Namun suatu malam ibunya yang senantiasa mendoakan kesembuhan penglihatan beliau, tetiba bermimpi bertemu Nabi Ibrahim AS yang menyebutkan bahwa Bukhari kecil Insya Allah akan sembuh dan kelak menjadi salah satu hamba NYA yang terpilih," jelas pemandu di area Bukhary Complex yang membawa kami berkeliling.

Selepas berziarah, rombongan kami kemudian diajak berkeliling Soekarno Hall. Melihat nama bapak proklamator kita diabadikan dengan indah di negera orang membuat dada ini terasa penuh dengan kebanggaan yang luar biasa bagi kami. Sebuah perpaduan magis antara rasa bangga sebagai orang Indonesia sekaligus rasa tawadhu sebagai Muslim.

"Jujur awalnya saya hanya ingin traveling ke berbagai tempat wisata anti mainstream di luar negara Eropa Barat. Maka ketika bisa berkunjung ke Komplek Makam Imam Bukhari, terlebih area inti Soekarno Hall, sungguh pengalaman yang tiada duanya," cerita Baim (31), salah satu WNI yang beruntung di rombongan kami.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads