Adalah Pak Deni, seorang nelayan di Pulau Panggang sibuk membudidayakan terumbu karang. Ada sekitar 24 jenis terumbu yang ia budidayakan, terdiri dari hard coral dan soft coral.
Teriknya cahaya matahari yang memanggang kulit, tak membuatnya berhenti untuk terus membudidayakan terumbu karang. Ada satu kalimat yang ia utarakan dan berhasil menyentuh hati saya yang sempat berkunjung ke tempatnya yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari dermaga Pulau Panggang beberapa waktu silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil terus menunjukkan hasil budi dayanya kepada wisatawan, Pak Deni begitu bersemangat menjelaskan bagaimana ia mengembangbiakkan terumbu karang. Contoh pertama yang diambilnya adalah hard coral.
Hal pertama yang dilakukan adalah membuat substrat, atau media yang dipakai sebagai tempat berdirinya terumbu. Kalau substrat alami terumbu adalah karang, substrat buatan Pak Deni adalah semen. Jangan kaget dulu begitu mendengar kata semen. Semen yang dipakai sebagai substrat bukanlah semen biasa, melainkan semen yang telah dicampur dengan garam, untuk menyesuaikan dengan substrat alaminya.
Selesai membuat substrat, Pak Deni lanjut memotong hard coral yang akan ditanam. Koral yang telah dipotong, kemudian ditanam di atas substrat buatan dan dijemur di dalam air laut selama dua jam. Setelah dua jam, baru diletakkan di keranjang yang dialiri air laut dengan arus cukup deras.
Seolah tak peduli dengan panasnya matahari yang memanggang, ia terus menjelaskan bagaimana cara membudidayakan terumbu tipe soft coral. Terumbu jenis ini lebih mudah ditanam ketimbang hard corla. Yang diperlukan hanya menjahitnya di atas substrat buatan. Kemudian diletakkan di dalam keranjang untuk dialiri air laut.
(ptr/aff)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5