Diving: Mencari Surga di Bawah Laut
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight

Diving: Mencari Surga di Bawah Laut

- detikTravel
Kamis, 05 Jul 2012 07:30 WIB
Diving: Mencari Surga di Bawah Laut
Jakarta - Tidak ada suara selain gelembung air. Namun mata dimanja terumbu karang penuh warna, anemon yang menari, ikan kecil yang cantik, hiu dan pari menemani dari kejauhan. Alam surgawi ada di bawah laut Indonesia. Ayo menyelam!

Jika Anda merasa pantai, sawah, gunung dan air terjun di Indonesia sudah indah, tunggu sampai menyelam di Indonesia. Zamrud khatulistiwa bertebaran di bawah lautan.

Tahukah Anda, kalau lautan di Indonesia lebih besar dari daratannya. Dari data Wikipedia, 63 Persen wilayah teritorial Indonesia, atau sekitar 3,27 juta km2 adalah lautan. Berarti, ada lebih dari separuh wilayah Indonesia, yang kecantikannya belum diketahui banyak orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia tidak hanya punya satu, tapi banyak sekali surga diving. Misalnya, di sebelah barat ada Natuna Lingga, di Kepulauan Natuna, ada lagi Pulau Sebuku di Lampung. Bali punya banyak spot diving antara lain di Tulamben, Nusa Lembongan, Nusa Penida dan Tanjung Benoa.

Makin ke timur, makin ramai. Kawasan Gili di NTB sampai sekitar Pulau Komodo juga banyak spot diving. Naik ke Kalimantan ada Derawan dan Sangalaki di Kab Berau, Kalteng yang menjadi primadona penyelaman. Sementara Sulawesi punya surga diving di Bunaken, Togean, Wakatobi, dan Takabonerate.

Tapi, tidak ada yang menjadi buah bibir dunia internasional selain Raja Ampat. Berada di jantung segi tiga terumbu karang dunia, Raja Ampat bak surga yang turun ke bumi. Kawasan Wayag dengan pulau-pulau hijau kecil bak cendawan, reputasi keindahannya sudah mendunia.

Miss Scuba International 2011, Dayu Hatmanti, dalam bincang-bincang dengan detikTravel, Kamis (5/7/2012) mengatakan jangan ragu lagi untuk mulai menyelami keindahan laut Indonesia. Takut menyelam, biayanya mahal, itu semua bukanlah halangan.

"Diving tidak menakutkan, bahkan di bawah laut sana, banyak pemandangan yang lebih bagus. Kalau soal mahal, semua hobi memang butuh uang. Tapi uang kan bisa ditabung," kata Dayu.

Selain itu kata Dayu, dengan mengikuti pelatihan diving, kita akan diajari banyak hal mulai dari aspek kesehatan sampai tindakan penyelamatan. Sehingga, semua risiko bisa diminimalisir. Dayu pertama kali menyelam di Selayar pada 2010 lalu dan langsung jatuh cinta.

"Pertama kali di Selayar, fun diving 5 meter, jadi beneran bisa lihat underwater. Itu pada tahun 2011," kata perempuan yang kini sibuk dengan aneka tugas sebagai Miss Scuba International ini.

Wisata diving kini berkembang dengan pesat sebagai wisata minat khusus. Apalagi ada semangat konservasi lingkungan yang juga memperkuat wisata diving ini. Dunia mengakui kalau Indonesia adalah surganya diving, kapan Anda mengakuinya?

"Beberapa kali ke luar negeri, semua orang begitu inginnya pergi ke Indonesia untuk diving. Kalau orang Indonesia nggak menyelam di Indonesia, mubazir banget," tutup Dayu.


(fay/ptr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads