Kiev, Kota Antik Untuk Belanja Asyik
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Ukraina

Kiev, Kota Antik Untuk Belanja Asyik

- detikTravel
Kamis, 05 Jul 2012 10:30 WIB
Kiev, Kota Antik Untuk Belanja Asyik
Kiev - Piala Eropa bubar, jangan buru-buru pulang dari Kiev, Ukraina. Mampir dulu ke Andriyivskyy Uzviz, untuk memborong oleh-oleh. Ini namanya belanja asyik di kota antik.

Andriyivskyy Uzviz artinya kira-kira Lereng Andreas. Ini adalah salah satu tempat wisata terkenal di Kiev, Ukraina. Selain memiliki sejumlah obyek pariwisata, lokasi ini juga disemarakkan oleh keberadaan pedagang suvenir dan barang seni.

Usai perhelatan Piala Eropa usai, saya tidak buru-buru balik kanan ke Indonesia. Menghabiskan sisa waktu di Ukraina saya pikir paling cocok untuk berjalan-jalan melihat Kota Kiev.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terletak sekitar 2 km dari pusat Kota Kiev, wilayah Andriyivskyy Uzviz, sebagaimana nama yang melekat padanya, terletak di sebuah lereng bukit. Di sini berderet sejumlah lokasi wisata seperti Kastil Richard the Lion Heart, Museum-Rumah Bulgakov, dan khususnya Gereja Santo Andreas yang berada di puncak bukit.

Menurut kisah, gereja ortodoks tersebut didirikan di lokasi Santo Andreas, yang saat itu sedang mewartakan Injil hingga ke tepi Sungai Dnipro (Dnieper), menancapkan salib di sebuah bukit lalu menubuatkan pada suatu hari di situ akan ada sebuah kota besar yang menjadi pusat kekristenan. Wilayah tersebut kelak menjadi Kota Kiev dan konon tepat di tempat Santo Andreas menancapkan salib itulah Gereja Santo Andreas kini berdiri.

Gereja yang diyakini dibangun antara kurun waktu 1744-1754 itu sendiri terbilang unik karena tidak memiliki menara lonceng sekaligus loncengnya, sebagaimana gereja pada umumnya. Hal ini disebut-sebut karena getaran dari lonceng yang rutin berdentang dinilai dapat membahayakan konstruksi tanah gereja yang memang berada di puncak bukit. Ada pula mitosnya, bunyi lonceng dari Gereja Santo Andreas bakal membuat air tiba-tiba membanjiri seluruh Kota Kiev.

Selain obyek pariwisata, turis yang menyambangi lokasi ini juga dapat berbelanja berbagai suvenir dan barang seni ala Ukraina, mulai dari yang standar seperti gantungan kunci, kaus atau tas, sampai dengan kerajinan dan lukisan seniman setempat. Bahkan juga ada barang-barang memorabilia bernuansa Nazi dan sejumlah barang antik, yang diklaim berasal dari era Uni Sovyet.

Untuk perkara harga, barang-barang suvenir seperti kaus, boneka dan gantungan kunci, pada umumnya dibanderol cukup terjangkau. Kaus-kaus Ukraina, misalnya, dilepas mulai dari 55 UAH (sekitar Rp 64 ribu) sedangkan gantungan kunci berbagai jenis berkisar mulai dari UAH 10 (Rp 12 ribu) sampai UAH 25 (Rp 30 ribu). Sementara boneka-boneka khas Ukraina dapat ditebus sekitar UAH 100-450 (Rp 117 ribu-Rp 527 ribu), tergantung ukuran dan detilnya.

Yang menarik harga-harga itu tidak kaku alias dapat ditawar. Namun, jangan lupa siapkan kertas atau kalkulator untuk menegosiasikan harga dengan si penjual karena mereka umumnya tidak lancar berbahasa Inggris.

Jika proses tawar-menawar berjalan sukses, Anda bisa mendapatkan barang dengan harga yang lebih miring ketimbang jika membelinya di pusat kota. Sebagai gambaran, jika di gerai-gerai toko di sekitaran stasiun Metro harga sebuah tas jinjing perempuan ala Ukraina dipatok sekitar UAH 130 (Rp 152 ribu), maka di sini Anda malah bisa mendapatkan tas tersebut, plus tas jenis lain yang ukurannya sedikit lebih kecil, hanya dengan total UAH 150 (Rp 175 ribu) untuk dua jenis barang.

Lelah berwisata dan berbelanja, tempat ini pun menyediakan sejumlah cafe dan restoran untuk sejenak bersantai, mengudap makanan, atau sekadar membasahi kerongkongan. Asyik, bukan?


(fay/ptr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads