Pulau Kalong adalah rumah dari ribuan bahkan mungkin jutaan kelelawar di kawasan Manggarai Barat, Flores Barat, NTT. Pulau yang masih bagian Taman Nasional Komodo ini menyajikan pemandangan memukau saat sore hari. Saat mentari tenggelam, ribuan kelelawar menyeruak dari dalam pulau dan menghias langit sore.
Pulau yang memiliki luas kurang lebih 4 km persegi ini tampak seperti pulau biasa saja. Namun tunggu sampai pukul 18.00 Wita. Langit sore yang tadinya hanya dihias warna jingga dari mentari tua, akan langsung ramai dengan serbuan ribuan kelelawar. Mata yang tadinya terpesona dengan kecantikan matahari sore langsung berbelok menontoni fenomena menarik ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelelawar suka dengan buah yang sudah matang dan memang, mereka hanya menggigit buah yang sudah masak sempurna. Sehingga, gigitan kelelawar ini bisa jadi pertanda sudah waktunya memanen buah karena sudah matang. Mereka akan kembali ke pulau sekitar pukul 03.00 Wita.
Sepanjang hari, mereka akan tidur dengan tenang. Tempat favorit mereka tidur adalah di akar-akar bakau. Mereka bisa hidup tenang di pulau itu karena hampir tidak ada manusia yang bisa menembus pulau tersebut. Satu-satunya predator yang akan memangsa mereka adalah ular piton. Menurut pemandu wisata lokal bernama Donbosco, kelelawar biasanya bersandingan dengan ular piton.
"Di mana ada kelelawar, di sana ada ular piton. Semakin banyak kelelawar, makin banyak juga ular pitonnya," ujar Donbosco kepada detikTravel.
Untuk melihat pemandangan 'Batman' keluar sarang, Anda bisa melancong ke sana saat sore hari. Pulau ini bisa dicapai 1 jam dari Labuan bajo atau 3 jam dari Pulau Komodo. Nikmati serbuan kelelawar di atas langit jingga sambil berbaring di atas kapal. Dengarkan baik-baik suara mereka dan lihatlah kepakan sayap mereka yang semangat mencari makan di luar sana.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal