Mudik, Saatnya Pulang ke Kampung Halaman
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight

Mudik, Saatnya Pulang ke Kampung Halaman

- detikTravel
Kamis, 02 Agu 2012 07:34 WIB
Mudik, Saatnya Pulang ke Kampung Halaman
(Afif/ detikTravel)
Jakarta - Lebaran akan tiba dalam dua minggu mendatang. Semua orang menunggu, siap berkemas, untuk sebuah ritual traveling paling dahsyat di Indonesia: Mudik ke kampung halaman.

Presiden AS Barack Obama mengatakannya dengan lantang saat berpidato di Universitas Indonesia. "Pulang kampung!" ujarnya saat itu disambut gemuruh tepuk tangan.

Pulang kampung alias mudik, bagi orang Indonesia adalah sebuah ritual budaya tahunan, yang kerap dilakukan menjelang perayaan hari raya agama, terutama Idul Fitri. Mereka yang tinggal di berbagai kota berbondong-bondong untuk kembali ke kota asal orangtua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain dari aspek budaya dan agama, ternyata ada juga sisi lain yang melatarbelakangi mudik. Pada hakikatnya, pulang kampung pun merupakan sebuah aktivitas traveling. Dahsyatnya, inilah traveling massal yang dilakukan oleh mayoritas rakyat Indonesia. Mobil pribadi, pesawat, kereta, kapal laut, motor, bus mengangkut para manusia meninggalkan kota-kota besar.

Kisahnya tiap tahun selalu begitu. Ada soal macet, antrean panjang kendaraan, polisi luar biasa sibuk, manusia berjejalan di kereta dan bus antar kota. Tapi ada juga kisah-kisah asyik soal menikmati perjalanan pulang ke kampung halaman. Semua orang tak pernah bosan.

Mudik adalah traveling untuk liburan juga. Oleh karena itu, sayang sekali kalau mudik diminimalisir artinya sebatas pulang ke rumah orang tua dan bersilaturahmi dengan sanak saudara. Dalam Travel Highlight kali ini, detikTravel akan mengupas mudik dengan kacamata traveling.

Bayangkan mudik sebagi road trip. Bayangkanlah kita menikmati Pantura yang macet itu dengan segala kelebihannya. Buka mata Anda, ada banyak destinasi asyik di sepanjang jalan. Mungkin ada tempat rekreasi baru yang belum Anda tahu, ada pantai yang Anda tidak pernah mampir, ada pasar yang menggoda dengan gantungan oleh-oleh khas, atau aneka restoran yang tumbuh bak jamur dan menantang Anda untuk berwisata kuliner.

Begitupun di tempat tujuan. Nikmatilah betapa kampung halaman Anda punya masjid agung antik untuk berwisata religi. Atau, aneka pusat perbelanjaan, taman hiburan, resto dan cafe asyik sudah meramaikan kota kelahiran Anda. Kota asal Anda tanpa terasa sudah berkembang sejauh itu dengan munculnya destinasi baru.

Destinasi wisata yang khas merupakan faktor lain yang membuat orang merindukan kampung halaman. Betapa orang merindukan Jam Gadang di Bukittinggi. Suasana lesehan di Malioboro, masa sih mereka yang dari Yogyakarta tidak merindukannya. Atau mungkin, ada orang Makassar di Jakarta, yang begitu penasarannya ingin mencoba Trans Studio di kota asalnya. Semua orang Cirebon berjuang pulang demi mengobati rindu dengan semangkuk Empal Gentong dan sebungkus daun jati berisi Nasi Jamblang.

Aaaahh...., semua kenangan indah dari kampung halaman akan membuat semua orang pulang ke tempat asalnya. Mudik ke kampung halaman adalah traveling yang penting bagi setiap orang, di mana perjalanan dilakukan demi hati yang merindu dan senyum di wajah Ayah-Ibu, dan Kakek-Nenek Anda.

Selamat mudik! This is family time!

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads