Saat berkunjung ke Aceh, Anda akan merasakan nuansa Islam yang khas dan kental. Masyarakatnya yang berpakaian sopan dan gema suara adzan saat memasuki waktu salat, akan terdengar di setiap pelosok Kota Banda Aceh. Sebab, pada zaman dulu wilayah Banda Aceh pernah berdiri Kerajaan Samudera Pasai dan Kesultanan Aceh yang bercorak Islam
Di bulan Ramadan, nuansa Islam akan makin terasa. Lantunan suara Al Quran seolah menyelimuti Banda Aceh. Tak hanya itu, tidak adanya rumah makan yang buka pada siang hari akan menambah nuansa bulan Ramadan yang khidmat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat menjelang waktu berbuka, Anda bisa berburu wisata kuliner di tiap jajanan di sekitar masjidnya. Siapkan kocek untuk berburu hidangan yang khas nan lezat.
Nyammm! Cobalah untuk mencicipi roti canai yang khas. Rasanya yang manis dapat menjadi hidangan berbuka Anda. Setelah itu, ada mie Aceh dengan beraneka macam rasa yang lezat. Minumnya, ada air mentimun dan kopi ulee kareng yang bisa Anda coba.
Museum Tsunami Aceh dapat menjadi destinasi Anda berikutnya. Di sini diceritakan tentang kisah tragedi tsunami pada tahun 2004 lalu. Selain itu, Anda dapat mempelajari pengetahuan tentang tsunami dan tahap-tahap penyelamatannya di dalam museum ini. Museum ini menjadi simbol kekuatan masyarakat Aceh.
Anda juga bisa menikmati pantai di Banda Aceh. Terletak 20 km dari pusat kota, terdapat Pantai Lhoknga yang berpasir putih.
Mengunjungi Banda Aceh saat bulan Ramadan akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Selamat menikmati kota Serambi Makkah dan resapi indanhya Ramadan di sana.
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas
Menhub Usulkan Masjid di Jalur Arus Lebaran Jadi Rest Area Pemudik
Warga 62 Bisa Bebas Visa ke Korea Selatan, Minimal 3 Orang