Seperti layaknya Indonesia dengan Observatorium Bosscha, India juga punya bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk melihat konstelasi bintang di angkasa. Hanya saja, observatorium yang dimiliki India lebih unik. Bangunan yang dikenal dengan nama Jantar Mantar ini terbuat dari batu yang disusun rapi tanpa atap.
Sekilas, kompleks observatorium ini erlihat seperti taman bermain di tengah Kota Jaipur, Rajasthan, India. Namun begitu didekati, bangunan-bangunan ini ternyata memiliki fungsi yang cukup penting. Ini adalah observatorium batu terbesar di dunia dan sudah diakui sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari usianya yang tergolong tua, Jantar Mantar terlihat masih sangat terawat. Bangunan ini memang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah di India. Saat ini, selain menjadi tempat untuk menyaksikan peristiwa angkasa, Jantar Mantar juga digunakan sebagai alat untuk menarik minat masyarakat dan wisatawan di India dalam hal astronomi.
Dari beberapa bangunan yang di sini, ada satu yang paling menarik perhatian yaitu Samrat Yantra. Ini adalah bangunan segitiga dengan lingkaran yang cukup besar. Lingkaran tersebut adalah jam matahari seperti yang biasa digunakan oleh orang-orang pada zaman dahulu.
Jika terdapat sebuah isu tentang peristiwa yang terjadi di angkasa, malam harinya Jantar Mantar pasti akan sangat ramai pengunjung. Mereka berduyun-duyun datang untuk menyaksikan peristiwa angkasa yang akan terjadi.
Di samping keunikan bangunan, observatorium ini sangat mudah untuk dijangkau, terutama dari kota-kota besar di India. Untuk bisa sampai di Jaipur, Anda bisa menggunakan jasa angkutan umum, seperti kereta api, pesawat terbang, dan kendaraan umum lainnya.
(/)












































Komentar Terbanyak
Desa dengan Hujan Abadi, Hampir Tak Pernah Melihat Matahari
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal