Selain Benteng Marlborough, Rumah Pengasingan Bung Karno menjadi destinasi menarik saat traveling ke Bengkulu. Sambil berwisata sejarah, di sini Anda bisa bernostalgia dengan perjuangan Bung Karno saat masa penjajahan Belanda.
Tidak hanya dikagumi, Bung Karno adalah sosok yang paling dihormati di Indonesia. Perjuangannya yang tak kenal menyerah, keras, dan berjiwa pemimpin mampu membuat nyali para penjajah ciut. Semasa duetnya dengan Muhammad Hatta, atau yang lebih dikenal dengan nama Bung Hatta, dirinya mampu membuat Indonesia sebagai 'macan Asia'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pada tahun 1934 hingga 1938, Bung Karno pernah juga diasingkan di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Setelah itu barulah dirinya dipindahkan ke Bengkulu. Bukannya menyerah atau putus asa, semangat yang dimiliki Bung Karno malah terus membara, bahkan lebih besar dari sebelumnya.
Dulunya kawasan ini adalah daerah yang dianggap rawan malaria oleh Belanda. Dengan alasan itulah, Bung Karno dipindahkan ke tempat ini. Namun bukannya terkena penyakit malaria, Bung Karno malah gencar untuk merebut kemerdekaan.
Selama di pengasingan ini, Bung Karno terus berjuang menularkan semangat pada masyarakat sekitar. Bung Karno juga sempat mendirikan Masjid Jami' di Jalan Soeprapto dan kelompok diskusi ilmiah bernama Debating Cerdas Club, demikian seperti yang ditulis situs resmi Pemerintah Bengkulu saat dikunjungi detikTravel, Rabu (15/8/2012). Bung Karno juga pernah mendirikan kelompok sandiwara Montecarlo sebagai media untuk menyusun strategi agar kemerdekaan Indonesia tercapai.
Awalnya, rumah ini adalah milik seorang pedagang Tionghoa, Lion Bwe Seng. Halamannya cukup luas dan rapi. Pintu dan kusennya pun masih asli dengan desain khas Tionghoa. Di dalam bangunan ini, terdapat benda-benda bersejarah peninggalan Bung Karno yang masih tertata rapi.
Satu demi satu koleksi terlihat jelas di dalam rumah ini. Anda dapat melihat foto Bung Karno yang sedang berpidato terpajang rapi di salah satu sudut bangunan. Jangan lewatkan juga koleksi surat-surat cintanya kepada Fatmawati. Ya, di sinilah Bung Karno mulai merasakan benih-benih cintanya kepada Fatmawati, begitu juga sebaliknya. Melalui rumah pengasingan inilah mereka kemudian menikah.
Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu adalah warisan yang bernilai tinggi. Menjelang hari ulang tahun ke-67 Republik Indonesia, rasakan semangat Bung Karno yang masih membara di rumah ini.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?