Tato merupakan tanda yang dibuat pada tubuh dengan memasukan pigmen ke dalam kulit. Kegiatan seperti ini memang hampir di temukan dalam setiap tempat di dunia. Untuk sebagian orang, mentato adalah kegiatan yang tidak diperbolehkan. Namun, ada pula yang tergila-gila dengan keindahan karya seni yang satu ini. Walaupun dianggap tabu, tato juga tergolong populer di mata dunia.
Berawal dari kecintaannnya terhadap seni tato, Henk Schiffmacher bersama istrinya berusaha membuat museum tato sejak 1996. Namun sayang, museum tersebut harus ditutup pada tahun 2000. Tidak berhenti di situ, pasangan ini kembali membuat museum tato yang kini bernama Amsterdam Tattoo Museum. Begitulah informasi yang detikTravel lansir dari situs resmi Amsterdam Tattoo Museum, Jumat (24/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat ini, wisatawan bisa mengetahui lebih banyak tentang perkembangan seni tato. Amsterdam Tattoo Museum memiliki koleksi mulai dari perlengkapan mentato dari beberapa suku di dunia, etnografi, sampai bentuk tato dari masing-masing tempat. Misalnya saja, pelancong bisa melihat tato dari Afrika dan Pasifik sampai tato khas Suku Mentawai dari Indonesia!
Tidak hanya pada tubuh manusia, tato juga bisa dibuat pada kulit hewan yang dikenal dengan sebutan "merajah". Museum ini juga menyimpan hasil rajah pada kulit babi, kuda, dan beberapa hewan lainnya.
Pada lantai dua, wisatawan bisa melihat beragam corak dan warna yang mungkin terlihat norak pada awalnya. Terdapat pula contoh gambar tato yang nyeleneh dan uni, seperti miniatur sirkus, tato wanita dengan salah seorang politikus, dan lain-lain.
Satu hal yang tidak boleh ketinggalan saat berkunjung ke Amsterdam Tattoo Museum adalah melihat sebuah bar dari mahoni milik Bristol Tatto Club, sebuah organisasi penggila tato yang sangat terkenal.
Beberapa artis mancanegara seperti Red Hot Chilli Pappers, Pearl Jam, sampai Kurt Cobain pernah mentato tubuh mereka baik oleh Hank si pendiri museum ini, ataupun saat mereka berkunjung ke museum ini.
Satu lagi fakta unik tentang museum ini. Untuk menjaga keaslian sebuah tato, banyak penggemar tato yang meminta pihak museum untuk mengambil kulit mereka untuk koleksi, tentunya kalau mereka sudah meninggal. Orang yang telah meninggal lalu dikuliti, dan kulit bertato itu dipamerkan di Amsterdam Tattoo Museum.
Bila tertarik, pelancong bisa mengunjungi museum ini setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 19.00 waktu setempat. Anda bisa ikut mentato kulit sendiri sebagai kenang-kenangan permanen dari museum ini!
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas