Gong Perdamaian Dunia menjadi simbol tentang perdamaian di alam semesta ini. Selain di Ambon dan Yogyakarta, Jawa Barat juga memiliki Gong Perdamaian ini. Bentuknya yang besar dan gambar bendera dari tiap negara menghiasi gong tersebut.
Saya mengunjungi Ciamis dalam liputan jalur mudik beberapa waktu yang lalu. Saat itu, saya ingin mengunjungi Karangkamulyan yang menjadi objek wisata penuh sejarah di Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum pintu masuknya, terpampang papan-papan penjelas tentang situs Karangkamulyan. Ada papan yang berisikan tentang tempat-tempat bersejarah di dalamnya, ada singasana raja Kerajaan Galuh, sumur, hingga tempat sabung ayam.
Saat hendak memasuki situs Karangkamulyan, saya sedikit terkejut. Di sebelah kanan saya ada pemandangan yang luar biasa dan baru pertama kali saya temui, yaitu Gong Perdamaian Dunia!
Gong ini terletak di belakang musala yang ada di depan pintu masuknya. Di belakang gongnya terdapat pepohonan yang lebat dan rindang. Hmm, udara sejuk pun menemani saya saat memotret gong tersebut.
Bentuknya sungguh besar dan warna emas mendominasi gong ini. Menengok lebih dekat, ada banyak gambar bendera negara dari setiap negara yang ada di dunia. Simbol-simbol dari setiap kepercayaan dan agama manusia pun terlihat jelas di sana.
Di depan gongnya terdapat kolam yang cukup panjang. Akan tetapi, saat itu kolamnya sedang kering. Saya pun juga melihat tugu peresmian Gong Perdamaian Dunia. Gong ini bediri sejak 9 September 2009. Ternyata, di tugu persemiannya tertulis tentang Gong Perdamaian Dunia ini adalah yang pertama di Indonesia.
Gong di tempat ini memiliki diameter 3,33 meter yang terbuat dari bahan perunggu dan plat besi. Memang, gong ini menjadi simbol perdamaian bagi setiap bangsa yang ada di dunia ini. Kurang lebih, terdapat 200 gambar bendera dari tiap negara ada di gong tersebut.
Untuk melihat Gong Perdamaian Dunia tersebut, Anda tidak dikenakan biaya apa pun. Anda bebas berfoto dan bergaya sepuasnya di dekat gongnya. Tentu, gong ini menjadi daya tarik tersendiri bagi traveler.
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka