Maima, Edensor ala Indonesia
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Festival Lembah Baliem 2012

Maima, Edensor ala Indonesia

- detikTravel
Jumat, 31 Agu 2012 07:35 WIB
Maima, Edensor ala Indonesia
Panorama Distrik Maima di Kabupaten Jayawijaya, Papua (Sastri/ detikTravel)
Maima - Keindahan desa mungil Edensor di Inggris dideskripsikan dengan sangat apik oleh Andrea Hirata, dalam novel berjudul sama. Tapi, siapa sangka bisa melihat desa secantik Edensor di Indonesia?

Namanya Distrik Maima, yang terletak di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Maima bukanlah tujuan kami waktu itu. Saya dan beberapa wartawan yang meliput Festival Budaya Lembah Baliem 2012 tak sengaja melewati distrik ini untuk menuju Telaga Biru. Danau berwarna biru toska itu bisa dicapai dengan 1 jam trekking, melewati Distrik Maima lantas jalan setapak dengan panorama apik.

Jumat (10/8/2012) siang, langkah saya terhenti saat memasuki Maima. Mungkin inilah yang orang bilang sebagai "cinta pada pandangan pertama". Saya langsung teringat desa mungil Edensor yang diceritakan dalam novel Andrea Hirata. Sebuah lanskap alam ala kalender dan kartu pos, atau gambar-gambar yang melambungkan imajinasi ke Eropa sana!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumput hijau yang rapi membetang dengan lanskap berkontur. Pagar batu memanjang di salah satu sisi Distrik Maima, menjadi awal perjalanan trekking ke Telaga Biru. Rumah-rumah kayu tersebar di banyak tempat, termasuk juga gereja dan kantor administratif.

Hampir tak ada garis pembatas antara masing-masing bangunan. Semuanya berdiri di atas rumput hijau, sesekali bernaung pohon rindang. Bendera merah-putih berkibar di tengah-tengah desa, terlihat makin apik dengan langit biru di atasnya. Tahukah kalian, birunya langit Papua benar-benar tak terbantahkan. Di distrik ini, saya seperti berada di kerajaan di atas awan.

Perbukitan hijau yang jadi latar desa ini mempercantik pandangan. Di arah sebaliknya, mata saya disuguhkan puncak-puncak Pegunungan Jayawijaya. Walaupun jauh tapi tetap gagah, tak peduli ada awan putih menghalangi kami berdua.

Saya tertegun cukup lama di pintu masuk Distrik Maima. Saat mulai berjalan, seekor anjing bersahabat mengikuti pelan-pelan. Setelah mengajaknya bermain sejenak, si anjing makin senang. Ia pun mengikuti saya sepanjang perjalanan menuju dinding batu di sisi distrik tersebut.

Rupanya alam belum puas memanjakan saya. Setelah memanjat pagar batu, saya kembali dihadapkan dengan panorama Distrik Maima dari ketinggian. Indah luar biasa. Udara dingin khas Lembah Baliem membelai kulit dengan sejuknya. Matahari Papua yang teriknya tak karuan itu malah membuat langit semakin biru, dan hamparan panorama menjadi jelas terlihat. Begitulah, saya mendapatkan Edensor di timur Indonesia.

(sst/ptr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads