Pantai Kuta merupakan primadona di Bali. Pantai ini tak pernah sepi dari wisatawan, apalagi saat senja. Akan tetapi, saya merasakan suasana yang berbeda saat mengunjungi Pantai Kuta di pagi hari.
Sekitar pukul 08.00 WITA, saya berjalan keluar hotel berkunjung ke Pantai Kuta. Udara segar adalah hal pertama saya rasakan saat menginjakan kaki di halusnya pasir pantai ini. Berbeda dengan sore hari yang ramai oleh wisatawan, pagi harinya saya bisa menikmati Pantai Kuta dengan nyaman. Sungguh menyenangkan!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mau nyewa bangkunya, biayanya Rp 50 ribu per jam. Kalau papan seluncurnya Rp 150 ribu seharian, kita sudah buka sejak pukul 5 pagi sampai 7 malam," kata Steve sambil mempersiapkan bangku-bangku panjang, kepada detikTravel, Kamis (6/9/2012).
Saya pun bersantai sambil merebahkan badan di bangkunya. Ahh, sungguh nikmat. Hembusan angin pantai, ombak yang tak terlalu kencang, dan segelintir turis asing lalu-lalang di depan saya. Beberapa dari mereka ada yang lari pagi atau berenang di tepi pantai.
Beberapa banten, sesajen khas Bali, terlihat di pantainya. Ya, inilah Bali yang masih memegang teguh adat dan tradisi di tengah ombak modernisasi.
Rasanya ingin tidur seharian dari pagi hari hingga senja di pantai ini! Panasnya matahari menjadi pertanda pagi hari di sini sudah usai. Sekitar pukul 10.00 WITA, Saya pun harus bergegas bangun dan melanjutkan perjalanan.
Terimakasih Pantai Kuta di pagi hari. Saya menemukan ketenangan dan suasana berbeda di sini.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, MTI: Momentum Perbaiki Perlintasan Kereta
Di Belgia Ada Kompetisi Tiru Suara Burung Camar, yang Paling Mirip Jadi Juara
Kecelakaan Kereta di Bekasi, Ini Kata Pengamat Transportasi