Banyak petualang yang menghentikan langkahnya saat baru mencapai Lombok di Nusa Tenggara Barat. Padahal, jika melanjutkan perjalanan ke Nusa Tenggara Timur, ada petualangan baru yang menunggu di sana.
Pulau Flores merupakan pulau terbesar di NTT. Bersama Pulau Komodo dan Pulau Rinca, Flores menjadi sebuah destinasi baru di Indonesia, yang sebagian belum terlalu banyak dijamah wisatawan. Semua akan diulas dalam Travel Highlight hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu bersiap-siaplah! Flores punya sejuta tempat yang wajib masuk ke dalam daftar destinasi liburan. Ada danau tiga warna di Gunung Kelimutu, Ende NTT. Bagai mahkota di puncak gunung, Danau Kelimutu memancarkan pesona keindahan lewat warna-warni airnya kepada setiap turis yang datang.
Tapi, jangan hanya menikmati gunung dan pantai kalau berlibur ke Flores, NTT. Sekalian mampir ke Pulau Komodo, untuk bertemu dengan Sang Naga Komodo. Tapi ingat, selalu patuh dengan arahan Bapak Ranger, ya. Di kawasan ini juga ada Pantai Pink, pantai unik berwarna merah jambu. Tiada duanya!
Keunikan daratan Flores belum berhenti sampai di situ. Tunggu sampai Anda melihat rumah adat di Wae Rebo yang berbentuk kerucut. Siap-siap juga terpana melihat sawah berbentuk pola jaring laba-laba di Cancar, Crop Circle ala Indonesia. Atau, lihatlah batu berkilauan dan fosil penyu di Gua Batu Cermin di Labuan Bajo. Di bawah laut Flores, ada juga surga yang menghampar di sekitar Pulau Komodo dan Pulau Rinca, Teluk Maumere, Pulau Bidadari sampai Pulau Kanawa.
NTT juga merupakan negeri kaya budaya. Bercengkeramalah dengan orang-orangnya yang ramah dan jadi bagian atau hadir dalam perayaan budaya mereka. Umat Katholik-nya punya perayaan pawai Semana Santa hasil akulturasi dengan Portugis. Di Lambata, saksikan bagaimana masyarakat berburu paus, tapi dengan tetap memberikan penghormatan tinggi kepada alam.
Setelah puas menjelajah Flores, jangan pulang dengan tangan hampa. Ende terkenal sebagai penghasil kerajinan tenun ikat. Kain tenun ini dibuat secara tradisional, menggunakan pewarna yang masih alami pula. Di Ende, Anda bisa melihat para penenun asyik memintal benang dengan warna dasar hitam bercorak kuning. Tiap kain punya corak berbeda. Jangan lupa beli kainnya sebagai oleh-oleh ya!
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam
Menhub Usulkan Masjid di Jalur Arus Lebaran Jadi Rest Area Pemudik