Lautan yang sangat biru dan pulau-pulau cantiknya, mampu membuat saya terhipnotis saat mengunjungi Raja Ampat beberapa waktu lalu. Gugusan pulau ini memang sungguh cantik. Bawah lautnya? Jangan diragukan lagi. Dari atas dermaga saja, saya bisa melihat ikan badut yang sedang berenang-renang di karang-karang laut. Luar biasa!
Suatu pagi, saya bersama rombongan diajak mengunjungi Pianemo. Gugusan pulau kecil ini merupakan yang tercantik ketiga setelah Kepulauan Wayag dan Kabui. Dari Raja Ampat Dive Lodge di Pulau Mansuar, butuh sekitar 1 jam untuk kami menuju tempat ini. Jika dari Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat, tak lebih dari 2 jam saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak sampai di situ, Mayor, pemandu kami, mengajak untuk trekking ke salah satu pulau besarnya. Dia menjanjikan pemandangan yang lebih cantik di sana. Setengah dari rombongan kami sepakat untuk trekking, sisanya snorkeling. Saya pun ikut trekking untuk membuktikan keindahannya.
Dari tepian pantai yang berupa akar-akar pohon bakau, kami membuka jalur untuk trekking. Mayor pun mengungkapkan, kami adalah rombongan pertama yang naik ke atas pulau ini. Dengan rasa bangga sekaligus penasaran, kami tak lelah untuk tiba di puncaknya.
Sekitar 20 menit kami tiba di atas puncaknya. Wow! Pemandangan dari atas ratusan meter ini sungguh indah. Lautan biru yang berwarna kehijauan di tepian pantainya menyapu pandangan kami. Pasir putih di pulau seberang terlihat melengkung panjang. Sempurna!
Masih dalam rasa takjub, kami terkejut dengan pemandangan lainnya. Ada tumbuhan yang belum saya pernah melihatnya secara langsung. Hanya dari televisi saja saya dapat melihat tumbuhan ini. Ya, ini adalah kantung semar!
Jumlahnya tidak hanya satu, tapi ada banyak kantung semar yang berderet rapi di tanah luas di atas puncaknya. Ukurannya pun beragam, ada yang kecil hingga yang besar. Tumbuhan ini terdapat di sela-sela tiap bebatuan. Langsung saja, kami menyalakan kamera dan memotretnya dari dekat. Inilah penghuni puncak Raja Ampat.
Sesuai namanya, tumbuhan ini memiliki bentuk seperti kantung. Kantung Semar pun memakan binatang yang masuk di kantungnya. Sayang sekali, kami tidak bisa menyaksikan fenomena ini. Namun, melihatnya dari dekat saja sudah membuat kami semua takjub.
Puas menyaksikan kantung semar dan pemandangan indahnya, kami bergegas untuk turun. Dari bawah lautan hingga ke puncak, Raja Ampat memang ajaib. Selamat tinggal kantung semar!
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Daftar Negara Teraman Andai Terjadi Perang Dunia III, Ada Indonesia?
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam