Jika Anda adalah salah satu wisatawan yang menginginkan suasana berbeda saat menginap, maka cobalah untuk berkunjung ke The Pop-Up Hotel di Ruberry Farm, East Lydford, Somerset, Inggris. Ini adalah hotel berbintang yang sangat berbeda dari hotel lainnya.
Hotel ini memiliki kamar yang mirip dengan tenda. Tempatnya pun berada di atas tanah lapang di areal perkebunan. Uniknya, kamar tersebut tidak bersifat permanen alias bisa dibongkar-pasang, seperti yang detikTravel lihat dari situs resmi The Pop-Up Hotel, Selasa (30/10/2012). Lalu apa bedanya dengan tenda kemping?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Anda yang berniat menghabiskan malam bersama pasangan, The Pop-Up Hotel juga punya kamar yang sangat romantis. Bayangkan, Anda dan pasangan akan bermalam di dalam kamar yang hanya ditutupi oleh kelambu sebagai dindingnya. Lampu remang-remang dengan ranjang super besar, ditambah lagi terdengar nyanyian alam yang sayup-sayup dari kejauhan. Romantis!
Tidak cuma itu, The Pop-Up Hotel juga punya kamar Suite untuk tamu yang membawa keluarga. Kamar ini masih di dalam tenda, hanya saja ukurannya yang lebih besar, yaitu 3 x 6 meter. Untuk Anda para backpacker, ada juga kamar dengan ranjang berukuran kecil yang hanya bisa digunakan oleh satu orang saja. Kamar ini dikenal dengan nama Festival Room.
Banyak pilihan kamar, harga per malamnya juga pasti bervariasi dan tentunya cukup mahal, mengingat The Pop-Up Hotel juga termasuk ke dalam hotel terbaik di Inggris. Kamar termurah adalah Festival Room dibanderol dengan harga 995 Poundsterling atau sekitar Rp 15,3 juta, sedangkan kamar Suite adalah yang paling mahal dengan harga 4.950 Poundsterling atau sekitar Rp 76,2 juta. Wow!
Wisatawan yang tertarik, bisa menghubungi langsung The Pop-Up Hotel dan menyetorkan deposit 50 persen. Maklum, kamar pesanan Anda baru akan dibangun jika Anda sudah membayar deposit.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
11 Bandara Papua Ditutup
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi