Gua Kontilola adalah satu dari sekian banyak dari gua eksotis di Papua. Gua ini memiliki staklatit dan staglamit yang menawan. Suara kelelawar pun meramaikan gua ini. Sekitar 1 jam dari Bandara Wamena, detikTravel bersama tim Dream Destination Papua berkunjung ke Gua Kontilola pada Senin (26/11/2012).
Untuk tiba di mulut Gua Kontilola tidaklah mudah. Anda harus menaiki bukit dengan hutan-hutan yang lebat. Gigitan nyamuk dan serangga pun akan menghampiri. Meski lelah, indahnya bunga-bunga terompet dan pepohonan hijau akan meringankan lelah Anda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Batu-batu, staklatit dan stalagmitnya sangat memesona. Ada beberapa yang meneteskan air penuh kesegaran. Suasana lembab pun sangat terasa. Batu-batunya juga menggambarkan manusia jika dilihat secara kasat mata.
Gua Kontilola adalah gua horizontal. Untuk masuk lebih ke dalam, Anda harus menyiapkan senter dan perlengkapan caving. Perbekalan pun harus cukup, sebab gua ini memiliki panjang hingga ratusan meter lebih.
Namun, ada satu hal yang mencuri perhatian di gua ini. Di salah satu dindingya ada suatu lukisan yang tak biasa. Jika di Gua Leang-leang ada lukisan telapak tangan, maka ada lukisan berbentuk mahluk aneh dan berjari empat.
"Ini lukisan sejak dulu adanya, bukan buatan orang," kata pemandu kami yang orang asli Wamena, Bertrand.
Lukisan ini ada di dinding gua dengan ketinggian lebih dari tiga meter. Memang, cukup sulit bagi orang biasa untuk melukisnya. Jika memang lukisan buatan manusia, berarti dia harus mendaki dengan membawa tangga. Apalagi, tanah di bawahnya adalah pasir yang sulit untuk dipijak, apalagi dengan tangga.
Secara detil, lukisannya bergambar tiga orang. Satu orang di bagian kanan lukisan memiliki bentuk yang tidak jelas, seperti hanya sketsa. Namun, dua orang di sebelahnya terlihat sangat jelas.
Akan tetapi, dua orang tersebut hanya bergambar setengah badan. Kepalanya bundar sempurna dan tidak ada rambut di atasnya, serta kupingnya kecil panjang. Di antara matanya, ada bentuk V yang terlihat jelas. Matanya pun bulat sempurna dan tidak ada alis atau bulu mata, beda dengan mata manusia.
Masih dalam rasa penasaran, perhatikan jarinya. Jarinya ada empat dengan kedua ujung jari memiliki bentuk lebih panjang daripada dua jari di tengahnya. Beda dengan manusia yang berjari lima.
Tak hanya itu, di sebelahnya juga ada dua lukisan yang hampir sama. Bentuk badannya mirip, namun salah satu lukisannya seperti menggambarkan wanita. Ada bundaran di dadanya yang bagaikan payudara wanita. Di dahinya ada tiga garis dengan garis tengah lebih panjang dari dua garis di sebelahnya.
"Iya, ini memang sudah ada sejak lama. Memang bukan orang yang melukisnya," lanjut Bertrand yang kembali ditanya untuk mempertegas asal usul lukisan tersebut.
Inikah lukisan alien di Papua? Lukisan yang tidak menggambarkan orang Papua, tapi menggambarkan mahluk hidup lain. Gua ini pun juga dianggap mistis oleh masyarakat sekitar. Untuk naik ke gua saja sudah butuh perjuangan.
Entah memang lukisan manusia atau lukisan makhluk luar angkasa, ini adalah misteri. Belum banyak traveler yang mengetahui lukisan ini. Masih tak percaya? Silakan membuktikannya sendiri.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam
Menhub Usulkan Masjid di Jalur Arus Lebaran Jadi Rest Area Pemudik