Saat berkunjung ke Sungai Mekong yang mengalir di Vietnam, saya seperti kembali ke Sungai Musi, Palembang. Perahu tongkang, jajaran kapal penangkap ikan, air kecokalatan, para penambang pasir, nelayan menjala ikan, serta jajaran rumah penduduk tampak menghiasi di sepanjang sungai.
Semuanya terasa sama. Tapi, mengapa jumlah turis yang berkunjung ke Sungai Mekong terasa jauh lebih banyak dibandingkan ke Sungai Musi? Pertanyaan inilah yang membuat saya tergelitik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuliner tradisional semacam pempek, kerupuk, pindang ikan, dan kain songket bertahan di tepi Sungai Musi. Soal perahu modern awal di masa lalu, seperti perahu Jukung, juga diyakini pada awalnya berkembang di wilayah Sungai Musi.
Tapi pantauan detikTravel di Sungai Mekong, pemerintah Vietnam memang serius menata Kota Ho Chi Minh dan Sungai Mekong. Mulai dari lingkungan di bandara, penginapan, hingga objek-objek wisata. Sehingga produk budaya apa pun yang dijual sebagai objek wisata dapat dinikmati secara nyaman.
Hampir di setiap sudut kota Ho Chi Minh, misalnya, kita mendapatkan begitu banyak ruang terbuka hijau. Pohon-pohon tua yang lebat menjulang ke langit. Bunga-bunga tumbuh di setiap taman, pinggir jalan, serta di depan bangunan yang ditata rapih. Tak ayal, siapa pun dapat beristirahat di mana pun, tanpa harus masuk ke ruangan ber-AC.
Padahal dilihat dari suhu udara, karakter tanah, Ho Chi Minh dan sekitarnya dapat dikatakan sangat mirip dengan Palembang.
Pun demikian jika membandingkan Sungai Musi dengan Sungai Mekong. Seandainya lingkungan di kota Palembang ditata secara baik, bukan tidak mungkin para turis akan lebih banyak datang ke Palembang.
Palembang harus membuat banyak ruang terbuka hijau, penataan saluran air, transportasi yang aman, serta menata bangunan yang indah. Hal ini sangat memungkinkan, sebab Palembang saat ini dinilai menjadi lebih aman.
"Tujuan pemerintah Provinsi Sumsel mengadakan studi banding wisata
ini, yakni untuk mendapatkan pelajaran dari daerah lain yang dapat diterapkan di Sumsel. Semua hal postif bagi kemajuan wisata di Sumsel, tentu saja akan menjadi pertimbangan pemerintah Sumsel ke depan," kata Ridwan Temenggung, koordinator peliputan perbandingan wisata Sumsel ke luar negeri, Sabtu (22/12/2012).
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?