Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Jan 2013 15:44 WIB

DESTINATIONS

Begini Cara Buat Bakpia yang Nikmat Khas Yogyakarta

detikTravel
Ini dia salah satu pabrik bakpia di DIY (Dicky/detikTravel)
Ini dia salah satu pabrik bakpia di DIY (Dicky/detikTravel)
Yogyakarta - Sudah bukan rahasia lagi kalau Yogyakarta punya bakpia yang nikmat. Makanan ringan ini biasa dijadikan oleh-oleh para traveler yang berkunjung Kota Pelajar. Mau tahu bagaimana proses pembuatannya? Yuk, intip tempat membuat bakpia!

Beberapa orang sedang asyik membolak-balikkan adonan di atas wajan. Ada juga seorang wanita yang sibuk memindahkan kue ke dalam kardus. Rumah sederhana yang tidak terlalu besar ini terlihat ramai, walaupun tidak banyak perbincangan yang terdengar. Inilah salah satu tempat produksi bakpia, buah tangan khas Yogyakarta.

Berbekal penasaran, awak detikTravel, Sabtu (5/1/2013) mencari tahu di mana tempat membuat bakpia yang terkenal itu. Memang, bukan cuma satu tempat saja yang memproduksi bakpia, dan salah satunya adalah Bakpia Pathok Mas Agus 007. Adanya di Jalan Raya Kaliurang Km 11,5, Sleman, DI Yogyakarta.

Ada beberapa lelaki yang duduk di salah satu sudut ruangan. Dengan lihainya ia mengambil adonan, memimipihkannya, kemudian mengisinya dengan beberapa rasa. Dulu, bakpia mungkin dikenal hanya memiliki rasa kacang hijau dan keju saja. Tapi kini, rasanya sudah sangat bervariatif, ada cokelat, durian, ubi ungu, sampai strawberry.

Salah satu pekerja tersebut ternyata adalah yang punya Bakpia Pathok Mas Agus. Sambil lihai membuat adonan, pria yang bernama Agus itu mengaku sudah berpuluh-puluh tahun membuat bakpia.

"Dulu, saya kerja di salah satu pabrik bakpia yang sudah sangat terkenal di Yogya. Lalu keluar dan bikin usaha sendiri," cerita Agus.

"Yang bikin enak bakpia itu bukan rasa atau adonannya, yang bikin enak itu tangan si pembuatnya. Dia buatnya ikhlas atau tidak," imbuh Agus sambil menahan tawa.

Setelah diisi dengan aneka rasa, adonan kemudian dibawa ke ruang depan yang multifungsi. Di ruangan ini berjejer lebih dari 6 kompor berukuran sedang. Kompor-kompor tersebut dipenuhi bakpia-bakpia di atasnya.

"Sebenarnya ini sudah matang, cuma dipanaskan saja biar lebih keras dan menimbulkan efek cokelat di luar bakpianya," jelas Agus.

Masih di ruang yang sama, bakpia yang sudah matang kemudian diangin-anginkan. Proses ini berguna untuk mendinginkan bakpia. Sebab bakpia yang masih panas tidak boleh langsung dimasukkan ke dalam kemasan, agar bisa awet lebih lama.

Karena tidak menggunakan bahan pengawet, Agus menjelaskan, bakpia harus segera dikonsumsi. Lalu, bagaimana jika dibawa pulang untuk oleh-oleh? Bisa saja, waktunya sekitar 1 minggu dari tanggal produksi. Atau jika ingin lebih lama lagi, Anda bisa menyimpannya di lemari pendingin.

Saya pun sempat mencicipi langsung bakpia yang baru matang, masih hangat. Rasa yang saya coba adalah keju. Rasanya gurih dan sedikit manis. Agus memang memperbolehkan setiap pengunjungnya untuk mencicipi bakpia yang ia buat, rasa apapun dan berapapun jumlahnya.

Bakpia yang ditawarkan Agus pun tergolong murah. Untuk 1 boks isi 15 harganya Rp 10.000, sedangkan yang isi 20 harganya Rp 12.000.

Membeli bakpia langsung di tempat pembuatannya bisa menjadi salah satu kegiatan liburan yang berbeda. Jika Anda tertarik, Anda bisa langsung datang ke tempat produksi sekaligus Toko Bakpia Pathok Mas Agus 007 di Yogyakarta.



(aff/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA