Yuk! Pelajari Bahaya Narkoba di 3 Destinasi Ini

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Yuk! Pelajari Bahaya Narkoba di 3 Destinasi Ini

Putri Rizqi Hernasari - detikTravel
Senin, 28 Jan 2013 16:10 WIB
Yuk! Pelajari Bahaya Narkoba di 3 Destinasi Ini
Replika bandar narkoba di Meksiko dan berbagai jenis senjatanya (we-make-money-not-art.com)
Jakarta - Saat ini Raffi Ahmad dan beberapa selebriti lain sedang diperiksa BNN terkait kasus narkoba. Barang ini memang sangat berbahaya. Untuk lebih mengenal bahaya narkoba, inilah 3 destinasi yang bisa disambangi wisatawan.

Bukan hal yang baru Narkoba, akronim dari Narkotika dan Obat-obatan Berbahaya, beredar di kalangan generasi muda. Padahal sudah rahasia umum kalau narkoba sangat berbahaya bagi kesehatan, bahkan bisa menimbulkan kematian.

Berbagai efek negatif muncul akibat penggunaan narkoba. Peraturan tentang penggunaan narkoba pun digalakkan. Barangsiapa yang menggunakan narkoba akan diberi hukuman setimpal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk lebih mengetahui tentang bahaya narkoba, ada beberapa destinasi yang bisa didatangi wisatawan. detikTravel pada Senin (18/1/2013), mengumpulkan 3 di antaranya:

1. The Museo de los Enervantes, Meksiko

Museum pertama yang akan memberitahu Anda bahaya narkoba ada di Meksiko. Museum narkoba yang bernama The Museo de los Enervantes ini dikelola langsung oleh Kementerian Pertahanan Meksiko.

Museum ini memang bukan dibuat sebagai tujuan wisata, melainkan pusat media dan informasi bagi kepolisian setempat. Selain polisi, beberapa pengunjung yang diperbolehkan masuk adalah mahasiswa akademi militer, diplomat, dan wartawan. Namun bagi wisatawan yang penasaran, bisa izin dulu ke Badan Narkotika Meksiko.

Masuk ke dalam museum, Anda akan dijelaskan tentang replika pembuatan narkoba. Beberapa hasil sitaan barang dari gembong narkoba, kisah-kisah pengejaran narkoba, hingga contoh narkoba, seperti ganja dan kokain akan diperlihatkan.

Narkoba punya sejarah yang panjang di Meksiko. Buktinya, di museum ini terdapat rute penyelundupan narkoba dari Meksiko ke beberapa negara tetangga. Untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap penyelundupan narkoba, di museum ini juga dijelaskan ide-ide penyelundupan narkoba, seperti di makanan kaleng atau papan selancar.

2. Doi Tung, Thailand

Siapa sangka di balik ketenaran Doi Tung sebagai destinasi agrowisata dan pusat kerajinan, daerah yang berada di utara Chiang Rai ini pernah punya masa kelam. Doi Tung pernah menjadi wilayah penghasil 75 persen opium di dunia.

Dulu, ganja menjadi sumber kehidupan utama masyarakat di Doi Tung. Sekitar 25 hektar dari daerah di lereng gunung ini ditanami opium. Bahkan 20.000-an warganya ketergantungan ganja. Namun semua kondisi ini berubah perlahan sejak 1988.

Pemerintah Thailand pun serius merehabilitasi kehidupan warga di Doi Tung dari ketergantungan opium. Hasilnya pun sudah bisa mereka rasakan sekarang.

Tanah yang dulunya dijadikan ladang opium, berganti dengan perkebunan kopi dan kacang makadamia. Turis yang datang pun bisa melihat langsung tempat pengolahan kopi dan makademia. Dari lokasi pengolahan dapat disaksikan panorama pegunungan dan perbatasan Myanmar yang dulunya subur ditanami bunga poppy untuk opium.

Traveling ke sana, Anda tidak hanya bisa melihat asrinya Doi Tung, tapi juga melihat semangat perubahan warga untuk lepas dari opium dan narkoba.

Ya, untuk mencegah ketergantungan kembali penduduk Doi Tung dari hasil penjualan opium, kini mereka membuat beberapa kerajinan tangan. Beberapa kerajinan itu adalah tenun, dan aneka cinderamata berbahan kertas, mulai dari sampul kado, buku diari, kipas, sampai kotak kado.

3. The Hash Marihuana & Hemp Museum, Belanda

Tempat ketiga untuk Anda mempelajari bahaya narkoba adalah The Hash Marihuana & Hemp Museum di Amsterdam, Belanda. Ini adalah museum yang menampilkan lebih dari 6.000 jenis ganja.

Di museum ini, Anda bisa melihat berbagai ritual kuno orang-orang dalam mengonsumsi ganja. Bahkan, segala macam informasi yang terkait dengan ganja juga tersedia di sini.

Salah satu yang diperlihatkan The Hash Marihuana & Hemp Museum adalah berbagai jenis alat yang biasanya digunakan untuk menghisap ganja. Mulai dari pipa yang digunakan pada zaman kuno hingga modern.

Tak sampai di situ, turis juga bisa melihat miniatur kecil terkait konsumsi ganja dan film yang berkaitan dengan ganja atau cannabis. Semuanya ditampilkan untuk satu hal, yaitu untuk menceritakan bahaya narkoba, dan turis bisa menghindarinya.

Museum yang berada di Oudezijds Achterburgwal 148 ini buka setiap hari mulai pukul 10.00-23.00 waktu setempat. Setiap turis yang datang dikenai biaya 9 Euro atau Rp 118.000/orang. Khusus pengunjung di bawah 13 tahun, harus didampingi orang dewasa.

(ptr/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads