10 Bencana Liburan Ini Bisa Terjadi Pada Anda!
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

10 Bencana Liburan Ini Bisa Terjadi Pada Anda!

- detikTravel
Rabu, 06 Feb 2013 16:22 WIB
10 Bencana Liburan Ini Bisa Terjadi Pada Anda!
Dok. Thinkstock
Jakarta - Tak ada yang bisa menyangka, bencana atau masalah apa yang akan menimpa Anda termasuk saat liburan. Ini adalah 10 masalah yang pernah terjadi dan bisa menghancurkan liburan. Hati-hati, jangan sampai Anda juga mengalaminya!

Kasihan, bila liburan impian Anda berubah menjadi musibah. Melansir dari Reader's Digest, Rabu (6/2/2013) berikut 10 bencana liburan paling buruk yang pernah terjadi:

1. Disandera bajak laut

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasangan asal Inggris Rachel dan Paul Chandler pada tahun 2009 silam berlayar menggunakan yacht (kapal layar-red). Siapa sangka, niat berlayar keliling dunia berubah ketika perompak Somalia menyandera mereka di Kepulauan Seychelles. Setahun disandera, akhirnya pasangan ini dilepaskan setelah keluarga membayar tebusan US$ 750 ribu (Rp 7,3 miliar). Meski begitu, pasangan ini tetap melanjutkan pelayarannya yang sempat tertunda pada musim gugur 2012.

2. Gunung meletus

Tak ada yang tahu kapan bencana akan datang. Peristiwa gunung meletus juga menjadi salah satu ancaman yang bisa merusak liburan Anda. Contohnya, ketika Gunung berapi Eyjafjallajokull di Islandia meletus, ribuan penerbangan harus membatalkan jadwalnya selama berminggu-minggu.

Salah satu pelancong dari Ajax, Ontario, Anne Muir, merasakan langsung dampak bencana gunung meletus tersebut. Wanita ini tetap berada di Inggris, tanpa tahu kapan dirinya bisa kembali ke daerah asalnya.

3. Terinfeksi virus di kapal pesiar

Bulan Desember 2012 lalu, norovirus sempat menggemparkan wisatawan yang ingin berlibur dengan kapal pesiar. Bagaimana tidak, virus yang menyebabkan muntah dan diare ini menyerang 12 pelayaran. Tiga kapal pesiar, yakni Queen Mary 2, Crown Princess, dan Emerald Princess, melaporkan adanya norovirus dalam pelayaran mereka pada minggu yang sama di bulan Desember 2012.

Bahkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Atlanta, AS melaporkan adanya 15 penyakit yang menyebar di kapal pesiar. Bila ingin berlayar, pastikan Anda membawa tisu anti bakteri, obat diare, dan sabun untuk mencuci tangan.

4. Tsunami

Sama seperti gunung meletus, tsunami juga menjadi ancaman yang bisa menghancurkan liburan Anda. Pada 26 Desember 2012 silam misalnya, saat itu pengunjung pantai di Thailand merasakan kesenangannya berubah menjadi 'neraka' saat gempa mengguncang Aceh dan berujung pada tsunami paling mematikan di dunia.

Kekuatan gempa ini setara dengan 23.000 bom yang menghantam Hiroshima. Gelombang raksasa menghempas ke pantai di Indonesia, Thailand dan 10 negara lain yang berada di sekitar Samudera Hindia. Bencana ini menyebabkan lebih dari 150.000 orang meninggal dan belum ditemukan.

5. Pencabutan paspor

Seperti film "The Terminal" warga Iran, Mehran Karimi Nasseri, harus tinggal di Terminal 1, Bandara Charles de Gaulle, Prancis, selama 17 tahun. Masalah ini terjadi karena dia telah kehilangan surat izin tinggal di Eropa dan tidak bisa melakukan penerbangan.

Tanpa surat-surat kewarganegaraan resmi, Nasseri menjadi pria tanpa identitas kewarganegaraan. Dia tidak bisa dideportasi dan juga tidak bisa meninggalkan bandara. Ia harus menghadapi birokrasi pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

6. Duduk di dekat pemabuk

Gudmundur Karl Arthorsson sempat mengganggu penerbangan Icelandic Air New York, pada Januari lalu karena mabuk. menurut penumpang yang ada di dalam pesawat tersebut, ia mencoba meraba beberapa wanita, mencekik pria yang duduk di dekatnya, dan berteriak kalau pesawat akan jatuh.

Tak pikir lama, penumpang dan pramugari pun berpikir cepat dan langsung mengikat tubuh dan membekap mulutnya dengan lakban. Tidak ada satupun traveler yang ingin terbang dalam ancaman masalah seperti ini.

7. Melakukan pelanggaran hukum pidana

Jangan pernah sekalipun, Anda melakukan perbuatan yang dianggap ilegal oleh negara tempat Anda berlibur! Masalah ini pernah dialami oleh mahasiswa Amerika Billy Hayes, yang berusaha menyelundupkan narkoba ke Turki pada tahun 1970. Gara-gara itu, ia harus mendekam di penjara selama empat tahun dua bulan. Namun hukumannya bertambah menjadi 30 tahun. Setelah beberapa tahun mendekam di penjara dan rumah sakit jiwa. Ia pun berhasil melarikan diri pada tahun 1975.

8. Kecelakaan wahana outdoor

Keseruan liburan musim semi, Aimee Copeland dari Georgia, mendadak hilang karena kecelakaan yang ia alami 2012 lalu. Saat itu, Copeland terlempar ke tanah ketika tali yang digunakan dalam permainan flying fox putus. Wahana adrenalin ini, berada di 80 km dari Atlanta. Akibatnya traveler berusia 24 tahun ini menderita luka di betis dan membutuhkan 22 jahitan untuk menutup lukanya.

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, Copeland merasa sangat sakit. Ternyata, dia didiagnosa menderita penyakit yang menggerogoti dagingnya. Ahli bedah yang menanganinya, harus mengamputasi tangan dan satu kaki untuk menyelamatkan hidup wanita ini.

Catatan detikTravel, kecelakaan saat flying fox juga beberapa kali terjadi di beberapa taman hiburan di Indonesia.

9. Dapat tiket maskapai pailit

Tentu sangat tidak menyenangkan, jika sudah mendapat tiket untuk berlibur tapi harus menerima kenyataan kalau maskapai yang Anda naiki pailit dan tidak beroperasi lagi. Pada bulan Agustus 2008 silam, situasi ini dialami oleh Zoom Airlines. Sayang, wisatawan tidak diberitahu tentang pemberhentian operasioanl maslapai tersebut. Traveler yang sudah terlanjur membeli tiket, berebut untuk mendapat penerbangan alternatif.

Di Indonesia, hal ini baru saja terjadi saat maskapai Batavia Air dinyatakan pailit. Banyak traveler yang rencana liburannya berantakan. Sebagian dialihkan dengan penerbangan maskapai lain.

10. Tidak tahu peraturan hukum

Tidak mau berurusan dengan hukum pidana dan denda saat berlibur? Sebaiknya pahami semua peraturan hukum yang berlaku di destinasi tujuan Anda. Jangan sampai nasib Anda sama seperti pasangan asal Inggris yang didenda US$ 500 (Rp 4,8 juta) dan satu bulan penjara di Dubai. Mereka dihukum karena berciuman di depan umum. Dua wisatawan ini tidak tahu, kalau Uni Emirat Arab tidak mengizinkan siapapun mempertontonkan kemesraan di depan umum.




(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads