Lupakan Burj Khalifa, Inilah 3 Pasar Tradisional di Dubai

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Lupakan Burj Khalifa, Inilah 3 Pasar Tradisional di Dubai

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Senin, 25 Mar 2013 09:55 WIB
Lupakan Burj Khalifa, Inilah 3 Pasar Tradisional di Dubai
Dubai Spice Souk (famedubai.com)
Dubai - Lupakan Burj Khalifa, Burj Al Arab, Palm Jumeirah dan ikon-ikon futuristik lainnya di Dubai. Kota pesisir di Uni Emirat Arab ini masih punya sisi tradisional berupa pasar-pasar (souk) yang punya atmosfer ala Negeri 1001 Malam.

Kota Dubai telah menyulap diri. Persepsi wisatawan terhadap Dubai pun berubah, dari kota pesisir yang gersang menjadi kota paling futuristik di dunia.

Betapa tidak, proyek-proyek bangunan bernilai trilyunan dolar menjadi wajah baru Kota Dubai. Sebut saja Burj Khalifa yang merupakan gedung tertinggi di dunia, Burj Al Arab yang adalah hotel tertinggi di dunia, juga Palm Jumeirah yakni pulau buatan terbesar di dunia. Belum lagi Dubai Mall, pusat perbelanjaan terbesar sedunia yang bahkan punya akuarium raksasa dan tempat ice skating.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi bukan berarti wisatawan tak bisa menikmati atmosfer asli Timur Tengah di kota ini. Untuk menyelami atmosfer dan keramaian khas lokal, datanglah ke beberapa souk (pasar tradisional).

"Setidaknya ada 3 souks yang bisa didatangi wisatawan," tutur Ann Lau, Promotions Executive Department of Tourism and Commerce Marketing Government of Dubai kepada detikTravel di ASTINDO Travel Fair, JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (23/3/2013) lalu.

Ketiga souk itu adalah Deira Old Souk & Spice Souk, Textile Souk, dan Gold Souk. Pasar yang pertama dipenuhi aroma rempah, buah dan herbal kering. Asyiknya lagi, sebenarnya pasar ini bukan tempat wisata melainkan tempat jual beli warga lokal. Wisatawan bisa menikmati atmosfer dan keramaian asli khas Timur Tengah.

"Di Textile Souk Anda bisa melihat aneka kain, warna warni, dengan motif dan bahan khas Timur Tengah. Dari yang murah sampai yang mahal," lanjut Ann Lau.

Pasar terakhir yakni Gold Souk, sesuai namanya, menjual aneka perhiasan yang akan membuat mata Anda berbinar. Emas, perak, batu-batu mulia, akan memenuhi pandangan Anda saat berjalan di gang-gang pasar ini. Menurut Ann Lau, setidaknya ada 300 kios yang ada di Gold Souk.

Selain tiga souk itu, masih ada Fish and Vegetable Souk yang menjual bahan makanan segar. Sama seperti Spice Souk, inilah tempat warga lokal membeli keperluan sehari-hari.

"Di Dubai Anda bisa berjalan di masa depan, sekaligus kembali ke masa lampau. Wisatawan wajib menyambangi souks, menghirup aroma rempah di situ, memotret barang-barang antik, perhiasan, dan kerajinan lokal," tambah Ann Lau.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads