Kesan kota yang padat penduduk begitu terasa saat saya melongokkan kepala ke jendela pesawat ke arah kota Makassar. Terlihat jelas kota ini diisi banyak bangunan, mulai dari rumah hingga gedung perkantoran.
Bahkan, jika diamati jarak antar bangunannya cukup dekat. Saya mulai berpikir, Makassar ternyata mirip seperti Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian di depan saya ada antrean panjang mobil. Macet! Ya, Makassar ternyata juga macet seperti Jakarta. Mobil-mobil ini berjejer rapi menunggu antrean untuk bisa jalan.
Bukan tanpa sebab, antrean ini terjadi karena ada banyak kendaraan yang ingin berbalik arah di putaran depan. Namun, karena jumlah mobil yang datang cukup banyak, mereka pun antre sehingga macet cukup panjang.
"Tuh, Makassar sama seperti Jakarta kan? Macet juga," tutur Ata, salah seorang warga Makassar yang menemani perjalanan saya beberapa waktu lalu di Kota Anging Mamiri tersebut.
Sambil menunggu mobil maju, saya menengok ke kiri dan kanan. Banyak gedung tinggi berbaris rapi. Alih-alih bangunan tua, gedung-gedung yang mengisi Kota Makassar tergolong modern.
"Makassar juga penuh (penduduk) sama seperti Jakarta, sudah banyak bangunan juga. Makassar kota besar juga sama seperti Jakarta. Jangan kaget ya, Put!" tambahnya.
Saya hanya tersenyum mendengar perkatannya. Tapi dalam hati saya ikut setuju. Makassar adalah salah satu kota besar di Indonesia selain Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Tak hanya gedung bertingkat dan banyak penduduk, kota ini juga cukup modern. Sudah banyak mal, juga akses internet bebas. Jadi, jangan kaget soal macet begitu Anda ke Makassar ya!
(ptr/aff)












































Komentar Terbanyak
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel