Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 24 Mei 2013 09:48 WIB

DESTINATIONS

Berakhir Pekan di Solo, Ayo Datang ke Kampung Batik Kauman

Dewi Kania
detikTravel
Ibu-ibu yang sedang membatik (Dewi/detikTravel)
Solo - Batik Solo memang sudah dikenal hingga seluruh dunia. Jika traveler menghabiskan akhir pekan di Kota Solo, Anda harus menyempatkan diri mampir ke Kampung Batik Kauman. Ada apa saja, ayo cari tahu!

Saya sengaja memasukkan tujuan Kampung Batik Kauman ke dalam daftar itinerary saat berlibur ke Kota Solo beberapa waktu lalu. Kampung Batik Kauman tak jauh dari pusat kota. Kebetulan kampung itu juga dekat dengan homestay tempat saya menginap.

Saya bertanya dengan Badru, pemilik homestay itu, di mana letak Kampung Batik Kauman. Ia memberitahu saya petunjuk jalan agar bisa sampai ke kampung tersebut. Ia juga memberitahu kalau di kawasan kampung batik ada museum batik dan pertokoan batik milik warga setempat. Tanpa pikir panjang, saya pun segera bersiap-siap berjalan kaki menuju kampung tersebut.

Suasana terlihat sepi saat saya berkunjung ke kampung ini. Hanya melihat bangunan rumah-rumah bertembok tinggi, perpaduan bangunan Jawa kuno dan koloni dengan warna cat putih kusam. Tembok itu seakan mengukuhkan wilayah privat milik para saudagar batik zaman dulu. Tak ada satu orang pun yang berpapasan dengan saya. Tak lupa pula saya memotret keadaan sekitar dengan mata lensa.

Tak terasa kaki ini sudah tepat berhenti di titik utama kampung batik itu. Ada patung ibu-ibu pembatik yang menandakan bahwa saya sudah sampai di Kampung Batik Kauman. Pertama, saya masuk ke toko batik Gunawan Setiawan. Toko itu cukup terkenal di kalangan para traveler. Saya melihat baju-baju batik, kain batik dan perak-pernik batik lainnya yang cantik menawan.

Mata saya tertantang ingin membeli batik-batik itu, tetapi saya menahan diri karena harga-harga batik di toko itu sedikit mahal. Saya bertanya kepada penjaga toko bagaimana proses pembuatan batik itu. Beruntung, di toko itu juga terdapat workshop di mana batik-batik itu diproduksi.

Saya di ajak ke belakang toko dan melihat para ibu-ibu pembatik yang sedang asyik mencanting di atas kain putih. Alat dan bahan lengkap tersedia di dalam pabrik. Mulai dari kain putih polos, kayu penyangga untuk membatik, malam dan alat utama untuk membatik yaitu canting. Warna-warna yang digunakan dalam proses membatik juga masih alami berupa serutan-serutan batang pohon.

Penjaga toko tadi menjelaskan proses membatik, pewarnaan dan finishing. Dirasa cukup rumit bagi kita yang awam. Setelah saya tahu semua bagaimana proses membuat kain batik, saya berpamitan untuk meninggalkan toko itu. Penjaga toko batik itu juga memberitahu saya bahwa di kawasan kampung batik ini juga ada museum batik.

Sebelum meninggalkan kawasan kampung ini, saya pun mampir ke museum batik itu. Museum batik tersebut memajang berbagai macam kain batik kuno sampai batik masa kini, peralatan membatik sampai aksesoris batik. Di museum itu traveler juga ikut belajar membatik. Banyak pengetahuan yang kita dapat saat mengunjungi museum itu.

Kawasan Kampung Batik Kauman siap melayani traveler setiap hari jika ingin mengunjungi. Aktivitas kampung ini dimulai dari pukul 09.00-17.00 WIB. Sebaiknya jangan Anda jangan datang terlalu siang karena terik matahari Kota Solo cukup membakar kulit.

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA