Kalau traveling dari Pakistan ke China lewat jalur darat, wisatawan melalui Karakoram Highway sepanjang 1.300 Km. Titik tertinggi jalan di Negeri Phustun ini adalah 4.693 mdpl, hampir sama dengan Puncak Carstenz di Papua!
Karakoram Highway (KKH) adalah jalan raya perbatasan tertinggi di dunia. Bayangkan saja, Anda akan melewati jalan raya di ketinggian 4.693 mdpl. Sebagai perbandingan, Puncak Cartenz sebagai titik tertinggi Pegunungan Jayawijaya di Papua ada di ketinggian 4.884 mdpl.
Jalan raya inilah yang menghubungkan Negeri Pushtun dengan Negeri Tirai Bambu. KKH memanjang 1.300 Km dari Kota Abbotabad di Provinsi Hazara, Pakistan sampai Kota Kashgar di Provinsi Xinjiang, China. Titik tertingginya berada di perbatasan, yakni Khunjerab Pass.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dulu KKH adalah salah satu bagian dari Jalur Sutra. Pemerintah Pakistan dan China mulai membangun KKH pada 1959, dan rampung pada 1986. Saat pembangunannya, 810 pekerja Pakistan dan 82 pekerja China meninggal dunia karena longsor dan kecelakaan lainnya.
Karakoram Highway memang berbahaya. Saat musim dingin jalan ini ditutup karena salju tebal. Pada musim hujan, jalan menjadi sangat licin dan longsor terjadi di mana-mana. Waktu paling baik untuk melewatinya adalah awal musim gugur.
Banyak traveler menjadikan Karakoram Highway sebagai tempat wisata adventure. Bersepeda, mendaki gunung, atau off road adalah beberapa opsi favorit. Traveler akan melewati Hunza Valley yang tersohor keindahannya, juga satu zona strategis di perbatasan Eurasia dan India. Di zona ini China, Tajikistan, Afghanistan dan Pakistan masing-masing berada 250 Km jauhnya.
The Guardian pernah menjadikan Karakoram Highway sebagai 3rd Best Tourist Destination in Pakistan. Tapi sebelum mengunjunginya, cek terlebih dahulu kendaraan yang akan dipakai. Anda juga bisa naik bus dari Sost di Pakistan atau Tashkurgan di China.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bule Swiss Ejek Nyepi di Bali, PHDI Buka Suara