Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 10 Jun 2013 17:07 WIB

DESTINATIONS

Unik! Museum di AS Punya Topi yang Bernyanyi

detikTravel
Alyce Cornyn Selby bersama koleksi topinya (Bruce Ely/The Oregonian)
Alyce Cornyn Selby bersama koleksi topinya (Bruce Ely/The Oregonian)
Portland - Alyce Cornyn Selby bukan perempuan sembarang. Dia adalah perempuan yang mengoleksi lebih dari 1.000 topi dan sampai membuka museum di Portland, AS. Koleksinya termasuk topi yang bisa bernyanyi.

Kalau Anda sedang ke Portland, Oragon, Amerika Serikat, sempatkan diri Anda untuk melihat museum topi ini. Tempat yang menjadi museum
topi terbesar di Amerika Serikat ini menyimpan 1.000 topi. Topi-topi yang dipamerkan ini pun bukanlah topi sembarangan.

Selama ini, Anda mungkin mengenal topi hanya sebagai benda yang digunakan di kepala untuk menghalau panas matahari, menutupi rambut Anda yang rusak, atau pun sebagai pelengkap penampilan Anda. Namun di mata Alyce Cornyn Selby, topi-topi ini tidak hanya sekedar itu. Dia mengoleksi topi-topi hingga koleksi topi-topinya dipamerkan menjadi sebuah museum.

Dilansir dari Oregon Live, Senin (10/6/2013), museum topi yang dikelola oleh Cornyn Selby dan dibangun tahun 2005 ini memiliki 1.000 topi yang memang dipilih dengan beberapa pertimbangan seperti karakteristik, usia topi, maupun sejarah topi itu. Jadi dapat dipastikan kalau museum topi ini termasuk salah satu museum yan terunik.

Dari situs resmi museum, koleksi topi-topi unik ini antara lain topi vintage dan antik dari tahun 1845 sampai 2011, dan topi untuk pria seperti topi jerami, dan topi koboi. Selain itu, masih ada topi unik lain misalnya topi kostum beraneka bentuk seperti secangkir teh, salmon, meja, dan burung beo, topi yang bisa bernyanyi, topi yang bisa memasukkan kelinci saat trik sulap, serta topi yang berasal dari negara lain yang tersebar di dunia mulai dari Ukraina, Skotlandia, Afganistan, sampai Filipina.

Menurut penuturannya, dia mulai tertarik untuk mengoleksi topi sejak dia masih remaja. Akhirnya selama beberapa tahun terakhir, dia mulai berburu berbagai macam topi baik untuk pria maupun wanita melalui E-bay, membeli di pasar loak, maupun sumbangan dari teman-temannya.

"Untuk beberapa orang, aku dibilang tergila-gila dengan topi," ujarnya.

Koleksi topi tertua yang ada di museum ini adalah sebuah topi tahun 1845. Selain itu koleksinya juga termasuk topi era Edwardian dari Inggris tahun 1901-1910, topi 'My Fair Lady' dan 'Hello Dolly' dengan hiasan bunga-bunga dan bulu-bulu di atasnya. Cornyn Selby menyebutnya zaman keemasan ketika topi dihiasi dengan bunga-bunga, bulu dan jaring. Tidak hanya topi-topi jadul saja yang ada di sana, topi-topi zaman sekarang pun juga turut dipajang.

Sebelumnya museum ini hanyalah sebuah rumah biasa yang dimiliki oleh Rebecca Reingold yang merupakan seorang pengrajin topi dari Rusia pada tahun 1900-an. Setelah dia pergi, oleh pihak keluarga tidak lantas membiarkan isinya dengan foto-foto mereka dan lebih dari 900 topi ada di rumah itu.

Sampai akhirnya tempat itu dibeli oleh Alyce Cornyn Selby. Tak disangka-sangka dia juga seorang pecinta topi. Dia pun melakukan renovasi tanpa mengubah desainnya. Setelah beberapa renovasi, Cornyn Selby mengubah rumah tersebut menjadi museum topi untuk berbagi koleksinya.

Cornyn Selby sendiri yang akan memimpin tur ini menggunakan pakaian pada era Edwardian dengan gaun katun hitam berenda panjang lengkap dengan topi yang dihiasi dengan bunga-bunga, bulu dan beludru. Pengunjung yang datang juga dibatasi hanya 6 orang saja, untuk menghindari kerusakan pada topi-topinya.

Lokasi museum ini berada di Ladd-Reingold Historic House, SE Ladd Avenue no 1928, Portland, Oregon, Amerika Serikat. Jam buka museum mulai pukul 10.00-18.00 waktu setempat setiap hari dengan membayar sebesar US$ 15 (sekitar Rp 147.000). Namun, Untuk dapat berkunjung ke museum topi ini, pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dahulu.



(sst/sst)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Potret Danau Terjernih di Dunia

Selasa, 25 Jun 2019 16:45 WIB

Danau di Selandia Baru ini tak hanya cantik, namun juga berair jernih. Dengan mata telanjang, pandangan kita bisa melihat sampai berpuluh meter ke dasar danau.