Torehan Tuhan yang Sempurna di Pulau Derawan
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Torehan Tuhan yang Sempurna di Pulau Derawan

- detikTravel
Selasa, 16 Jul 2013 09:40 WIB
Torehan Tuhan yang Sempurna di Pulau Derawan
Ini dia gerbang masuk Pulau Derawan (Putri/detikTravel)
Berau - Nama Pulau Derawan di Kalimantan Timur mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian orang. Tapi siapa sangka, di balik wujudnya masih malu-malu muncul, Derawan menyimpan keindahan alam yang mengangumkan.

Bagi saya, Pulau Derawan adalah suatu tempat yang ingin dikunjungi. Namun sayang, hal itu hanya sebatas angan yang tersimpan rapi dalam pikiran. Hingga akhirnya saya pergi ke sana untuk meliput kemeriahan rangkaian acara Festival Derawan 2013.

Selepas festival, saya dan teman langsung tancap ke Pulau Derawan. Kami berangkat dari Tanjung Batu di Berau, lanjut ke Pulau Maratua. Setelah itu barulah jalan ke Pulau Derawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jarak tempuh Pulau Maratua-Derawan ternyata tidak terlalu jauh. Dengan menggunakan speedboat, Anda bisa menjangkaunya sekitar 30 menit saja.

Sambil menikmati hembusan udara, tak terasa kapal yang saya tumpangi tiba di Pulau Derawan. Kesan pertama yang saya rasakan adalah bersih.

Ya, Pulau Derawan memiliki alam yang masih bersih. Lautnya bening, langitnya bersih dengan awan bagai kapas yang berterbangan.

Yang paling memukai tentu lautnya. Ada banyak terumbu karang aneka warna menjadi penghuninya. Saking jernihnya, Anda bisa melihat terumbu karang dan ikan aneka warna berenang lincah dari permukaan air.

Saya sendiri sempat terpana melihatnya. Tak disangka, kalau Kalimantan juga punya laut yang indah seperti Indonesia bagian timur.

Berjalan ke dalam pulau, ada banyak ibu-ibu menjual aneka oleh-oleh khas Derawan. Mulai dari gelang sisik penyu hingga gelang akar bahar ada. Tapi saran saya, jika ingin membeli sebaiknya tawar setengah harga. Biasanya mereka memberikan harga 2 kali lipat.

Jalan terus masuk ke dalam, Anda akan menjumpai banyak rumah penduduk. Rupanya, pulau ini dihuni oleh banyak penduduk. Kebanyakan dari penduduk pria bekerja sebagai nelayan, sedangkan wanita menjual cenderamata.

Menyusuri pantai, ada banana boat yang menjadi primadona permainan wisatawan. Bukan cuma itu, ada juga tempat penyewaan alat snorkeling di sana. Biayanya sekitar Rp 50.000/orang.

"Bagus banget di sana. Aku abis snorkeling, terumbunya bagus-bagus, ikan nemo (ikan badut) ada banyak," tutur Dewi, salah seorang wisatawan ketika ditanya detikTravel beberapa waktu lalu.

Lalu bagaimana dengan turis yang ingin menginap? Ada banyak penginap atau homestay yang bisa Anda pilih. Harganya pun beragam, mulai dari Rp 300.000/rumah, hingga jutaan rupiah untuk yang mewah.

(ptr/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads