Setidaknya akan ada 24 negara yang bakal beradu cepat dalam event Rinjani 100, yang akan digelar pada 5-7 Mei 2017 mendatang. Ajang sport tourism ini tentunya akan mempopulerkan track Gunung Rinjani, yang memiliki sejuta keindahan.
"Lomba trail running ini cukup berat, tetapi bagi para runner dunia, ini sangat asyik dan penuh tantangan," ucap Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan persnya, Jumat (24/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda yang hobi mendaki, dan pernah menapaki Rinjani, pasti tertarik," imbuh Arief.
Para peserta yang notabene pelari rofesional pun datang dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Jerman, Austria, Perancis, Amerika, Irlandia, Italia, Denmark, China, Japan, Belgia, Taiwan, Hongkong, Australi, Rusia, Inggris, India, Singapura, Malaysia, Thailand, Philipina, Vietnam, Brunei Darussalam, dan masih banyak lainnya. Total peserta yang sudah terdaftar ada sekitar 472 peserta.
"Event olahraga ini sudah yang kelima kalinya kami laksanakan. Lomba ini memang kami khususkan kepada petualang yang siap memacu adrenalin dengan tantangan ekstrim, bukan untuk pemula pendaki gunung. Jadi mereka yang sudah menyepakati mengikuti lomba sudah siap dengan hujan, panas terik atau cuaca dan bahaya di luar perkiraan teknis lainnya, akan tetapi kami sudah menyiapkan marka yang jelas,tim medis, emergency rescue, wifer, dan hal-hal penunjang keselamatan lainnya di titik pos lainnya," jelas Race Direktor Rinjani 100, Rudi Rochmansyah.
Rudi menjelaskan, pada kategori 100k, lintasan akan dimulai dari Desa Senaru, Bayan melewati hutan lebat menuju Pelawangan Senaru, diteruskan menuruni tebing-tebing terjal menuju Danau Segara Anak. Dari danau ini, peserta akan kembali melanjtkan lintasan membelah arah menuju pelawangan Sembalun dan menghadapi lintasan curam menuju puncak Gunung Rinjani.
Dari Puncak Rinjani dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut peserta akan turun ke arah Desa Sembalun, Lombok Timur melewati perbukitan tinggi dan padang savana yang belum terjamah.
"Totalnya ada 13 check point dan dua tempat pemberhentian yang harus dilewati peserta untuk finish dalam cut of time waktu 36 jam," tambahnya.
Tantangan dan rute yang hampir sama juga terlihat pada kelas 60 k, Hanya saja lintasan pada kategori ini treknya sedikit diperpendek menjadi 9 Check point dan satu tempat pemberhentian dengan cut of time 20 jam. Sedangkan pada kategori 36k lintasan yang digunakan dimulai dari Desa Sembalun menembus savana untuk mencapai Pelawangan Sembalun dan menuju Puncak Rinjani. Totalnya ada 7 check point dengan 1 titik pemberhentian dengan cut of time 15 jam.
"Sedangkan untuk kategori 27k jarak lintasan lebih diperpendek dari start Desa Sembalun sampai menuju Pelawangan sembalun dengan jarak 1703 meter dan cut of time 9 jam," tambah Rudi.
Event sport tourism ini tentunya akan makin menambah minat wisman untuk berkunjung ke Rinjani. Menurut Data Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sendiri, jumlah kunjungan wisman pada tahun 2016 sekitar 30.847 orang.
Wisman yang berkunjung ke TNGR ini didominasi dari negara Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Malaysia, Singapura, dan Perancis. Sedangkan pada tahun 2014 sebanyak 24.176 orang, dan pada tahun 2015 sebanyak 27.186 orang, itu berarti ada kenaikan yang signifikan.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh