Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 09 Mar 2019 18:35 WIB

DESTINATIONS

Situs Pekauman, Mesin Waktu ke Zaman Prasejarah

Chuk Shatu W
detikTravel
Situs Pekauman di Bondowoso (Chuk Shatu W/detikcom)
Situs Pekauman di Bondowoso (Chuk Shatu W/detikcom)
Bondowoso - Di Bondowoso ada sebuah tempat wisata yang bisa bikin wisatawan seperti kembali ke zaman prasejarah. Inilah Situs Pekauman yang jadi kawasan megalitikum.

Mengunjungi bermacam objek wisata di Bondowoso rasanya kurang afdol jika tak mampir ke Situs Pekauman. Ada destinasi wisata edukasi, yakni kawasan megalitikum peninggalan zaman prasejarah.

Pekauman merupakan nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Grujukan, Bondowoso. Di desa ini, terdapat ratusan titik atau lokasi yang terdapat benda-benda peninggalan zaman batu kuno maupun tradisi megalitik.

Di desa Pekauman ini juga terdapat Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB). Tempat yang dikelola langsung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso ini merupakan cagar budaya yang memiliki koleksi puluhan hingga ratusan benda peninggalan zaman prasejarah.

(Chuk Shatu W/detikcom)(Chuk Shatu W/detikcom)

Benda-benda peninggalan zaman prasejarah tersebut konon berusia atau sudah ada sejak ribuan tahun Sebelum Masehi (SM). Diantaranya sarkofagus, dolmen, menhir, batu kenong, arca batu, batu dakon, serta puluhan jenis lainnya.

Salah satunya adalah Dolmen. Benda peninggalan zaman megalitikum ini berbentuk meja batu yang terbuat dari batu monolith besar. Dolmen berfungsi sebagai tempat menaruh sesajen untuk pesembahan pada arwah leluhur. Batu ini juga berfungsi sebagai tempat penguburan tradisi megalitik, dengan meletakkan mayat diantara kaki dan atap meja.

Adapula Sarkofagus. Batu berbentuk menyerupai lesung atau perahu ini merupakan wadah untuk menyimpan jenazah. Sarkofagus biasanya perpasangan. Karena berfrungsi sebagai penutup. Masyarakat lokal menyebutnya batu pandhusah, bahasa Madura atau batu penduso, bahasa jawa.

Namun, dari ratusan benda prasejarah peninggalan zaman megalitikum yang ada di Pekauman ini paling dominan adalah batu kenong. Batu berbentuk silindris ini terdapat tonjolan atau kenong di atas dan tengahnya. Belum diketahui secara pasti fungsinya. Tapi, konon berhubungan dengan pemujaan arwah nenek moyang.

"Pusat informasi megalitik ini didirikan memang untuk memperkenalkan peninggalan prasejarah yang tersebar di bondowoso," kata Kasi Sejarah dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, saat ditemui, Sabtu (9/3/2019).

(Chuk Shatu W/detikcom)(Chuk Shatu W/detikcom)

Tak hanya itu, imbuh satu-satunya arkeolog di Bondowoso ini, tempat tersebut nantinya juga diharapkan dapat dijadikan tempat penelitian megalitik di Jawa Timur dan cluster tematik megalitik untuk pembelajaran sejarah lokal.

"Cagar budaya semacam ini bermanfaat sebagai sarana pengenalan dan edukasi tentang sejarah. Khususnya bagi generasi milenia," tandas Heri.

Data dihimpun detiktcom, di Bondowoso, ada 8 kecamatan yang merupakan kawasan peninggalan prasejarah zaman megalitikum. Yakni, Kecamatan Grujugan, Maesan, Wringin, Pujer, Tlogosari, Tamankrocok, Tapen, dan Klabang.

(Chuk Shatu W/detikcom)(Chuk Shatu W/detikcom)

Sementara khusus di Kecamatan Grujugan benda-benda peninggalan zaman prasejarah tersebut menyebar di 5 kawasan, yaitu desa Pekauman, Wanisodo, Taman, Tegal Mijin, serta Sumber Pandan.

Di kelima desa itu terdapat sedikitnya sekitar 463 titik benda-benda prasejarah peninggalan zaman megalitikum. Ratusan titik yang lokasinya menyebar itu ditangani oleh 5 orang juru pelihara (jupel), yang bertugas menjaga dan merawat benda-benda purbakala itu. (bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA