Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 18 Okt 2020 06:02 WIB

DETIKTRAVEL

Sulitnya Mengembalikan Monyet Ekor Panjang ke Habitat Aslinya

Putu Intan
detikTravel
Jakarta -

Monyet ekor panjang kerap jadi korban perdagangan dan ditelantarkan. Setelah diselamatkan, perkara dikembalikan ke habitat aslinya juga tak mudah.

Seorang pecinta satwa, Andi melakukan penyelamatan pada monyet-monyet ekor panjang yang terlantar. Monyet-monyet itu dibawa ke rumahnya di daerah Karawang untuk diurus, termasuk diberi makan dan dibersihkan secara teratur.

Ketika ditanya apakah ada keinginan untuk melepaskan monyet-monyet ini ke habitat aslinya, Andi tidak memiliki rencana itu. Sebab saat ini sekolah untuk monyet ekor panjang memang belum banyak. Ia khawatir tanpa persiapan matang, pelepas liaran itu hanya akan membunuh monyet-monyet tadi.

"Mereka sudah biasa hidup, makan, minum disediakan, dikasih. Terus mereka harus fight dengan komunitas baru. Ini yang hidup bareng setiap hari saja kadang kala masih ribut. Apalagi kalau dilepas di alam liar. Sama saja itu dibuang buat mati pelan-pelan karena digigit, dicakar sama yang lain. Saya nggak bisa, nggak tega," ia mengungkapkan.

Selain itu, habitat monyet ekor panjang juga sudah banyak yang rusak. Akibatnya monyet-monyet ini pun sering masuk ke pemukiman warga dan dianggap sebagai hama. Monyet-monyet ini akan berakhir dengan ditangkap dan diperjualbelikan lagi.

"Karena keserakahan manusia, hutan-hutan sekarang sudah dijarah sama manusia. Binatangnya diburu. Otomatis mereka (monyet ekor panjang) merasa terancam. Terus makanan-makanan yang ada di hutan itu diambilin sama manusia. Sekarang pohon-pohon saja ditebang liar. Terus mereka mau tinggal dimana?" kata dia.

Andi pun mengungkapkan keinginannya agar ada tempat penangkaran. Andi mengharapkan pemerintah menyediakan alokasi khusus untuk primata supaya mereka dapat hidup dan berkembangbiak dengan tenang.

"Ingin banget (ada penangkaran). Itu bisa dibilang menjadi harapan, cita-cita, dan visi misi saya. Saya ingin sekali ya dari pihak pemerintah entah di manapun tempatnya, tidak harus di Karawang. Ada alokasi khusus penangkaran mereka, di mana kita selamatkan yang terlantar dan tersakiti," kata dia.

Menurut Andi, dengan adanya penangkaran tersebut, sebenarnya dapat bermanfaat bagi masyarakat dan juga pemerintah. Misalnya dapat menjadi devisa.

"Kalau pihak pemerintah mau, itu keuntungan yang sangat luar biasa. Bisa jadi devisa. Bisa jadi kebun binatang," ujarnya.

Andi sendiri saat ini merawat 9 ekor monyet, di mana ada 8 monyet ekor panjang dan seekor beruk. Monyet-monyet itu ia evakuasi setelah ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, ada yang hendak dijual sebagai topeng monyet, bulunya dicukur habis, sampai disiksa manusia. Ia merawat monyet-monyet tadi menggunakan biaya pribadi.

(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA