Perseteruan antara China dan Jepang nampaknya masih terus berlanjut. Jepang nenaikkan biaya visa, China juga tak mau kalah.
Jepang resmi menaikkan biaya visa bagi warga negara asing sejak 1 Juli 2026. Kenaikan tarif ini jadi yang pertama kali dilakukan Jepang dalam kurun waktu hampir 50 tahun.
Tak tanggung-tanggung, biaya visa Jepang naik 5 kali lipat. Biaya visa yang tadinya 3.000 yen (Rp 330 ribu) naik menjadi 15.000 yen (Rp 1.650.000).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupanya langkah ini menyulut ego China, yang sebelumnya sempat panas karena komentar politik terhadap Taiwan. Mulai Senin (14/9/2026), biaya visa khusus warga negara Jepang yang mau masuk ke China naik 7 kali lipat, seperti dikutip dari Japan Today, Selasa (15/9/2026).
Kedutaan Besar Tiongkok di Jepang memberi pernyataan bahwa kebijakan ini menjadi langkah timbal balik terhadap kebijakan biaya visa Jepang pada bulan Juli. Intinya, China mau balas dendam.
Untuk visa sekali masuk ke Tiongkok, biayanya akan naik dari 2.250 yen (Rp 257 ribuan) menjadi 16.750 yen (Rp 1,9 jutaan), atau lebih dari tujuh kali lipat dari tarif saat ini, seperti dilaporkan Asia Network.
Berdasarkan statistik penerbitan visa tahun 2025, warga negara China merupakan pasar terbesar dengan total 73% permintaan dari jumlah visa yang diterbitkan oleh Jepang.
Hubungan antara Jepang dan China yang memanas dipicu oleh komentar Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dalam sidang Komite Anggaran Majelis Rendah Parlemen Jepang pada tanggal 7 November 2025, terkait potensi intervensi militer jika terjadi konflik di Selat Taiwan.
Eskalasi ini bermula sejak akhir tahun lalu ketika PM Takaichi menyebut serangan China terhadap Taiwan sebagai ancaman serius bagi eksistensi Jepang yang secara geografis hanya berjarak 110 km. Hal tersebut langsung memicu kemarahan besar dari Beijing yang menganggap isu Taiwan sebagai urusan domestik mutlak.










































