Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 11 Jan 2021 20:42 WIB

UGC-BRIDGE

Seputar Pulau Lancang Tempat Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Puti Yasmin
detikTravel
Bakamla Kerahkan 5 Kapal dan 130 Personel Bantu Cari Sriwijaya Air SJ182
Bakamla turut dikerahkan untuk mencari korban pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di kawasan Pulau Lancang (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak jatuh pada Sabtu (9/1/2021) kemarin. Diperkirakan kecelakaan tersebut terjadi di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang yang masuk dalam gugusan Kepulauan Seribu.

Pesawat Sriwijaya diinformasikan lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng pada pukul 14.36 WIB. Kemudian, pada saat berada di atas Laut Jawa atau pukul 14.40 WIB pesawat hilang kontak dan dipastikan jatuh.

Seputar Pulau Lancang Tempat Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182:

Pulau Lancang terletak di titik koordinat 5° 55' 41.000'' LS 106° 35' 7.000'' BT. Pulau yang memiliki luas mencapai 18 hektare ini berjarak sekitar 11 kilometer dari Utara Pulau Jawa.

Untuk akses menuju ke Pulau Lancang, Jakarta , masyarakat bisa menggunakan kapal dari Dermaga Marina, Ancol. Adapun, waktu yang ditempuh untuk sampai adalah 1,5 jam perjalanan.

Berdasarkan data survei Desember 2009 sampai Februari 2010, jumlah penduduk di Pulau Lancang berjumlah 1.554 jiwa atau terdiri dari 372 kepala keluarga (KK). Penduduk di sana tersebar dalam 3 RW dan 10 RT.

Tempat wisata di pulau Lancang yang baru saja diresmikan adalah Taman Wisata terpadu Pantai Karang Mangrove. Menurut Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad taman ini merupakan hasil kreasi dari masyarakatnya agar pulau tetap cantik dan asri.

"Ini menjadi tujuan wisata yang menawarkan keindahan dan keasrian," ujar dia, Rabu (22/07/2020).

Sementara itu, perekonomian di Pulau Lancang masih didominasi dari mata pencaharian sebagai nelayan. Selain itu, pulau ini juga tengah mendorong pariwisata.

Pulau Lancang juga menjadi salah satu lokasi pembangunan instalasi pengolahan air laut menjadi air bersih atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Kepulauan Seribu.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan Rp 100 miliar pada akhir tahun 2019 lalu untuk pembangunan SWRO di tiga pulau termasuk Pulau Lancang.

(pay/pal)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA